Tersangka kasus pencurian pipa dan kabel Telkomsel di Sei Ladi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua maling kabel milik Telkomsel berinisial RH dan AS, dan seorang penadah berinisial FM dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja pada Kamis (12/1/2023).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (12/1/2023) sekira pukul 15.00 WIB di bawah jembatan Sei Ladi, dan di tepi Jalan Gajah Mada (Sisi kiri setelah Jembatan Sei Ladi) sekira pukul 18.00 WIB, Lubuk Baja (TKP pertolongan jahat).

Kejadian itu diketahui oleh pihak Telkomsel sekira pukul 15.25 WIB. Saat itu pelapor sedang berada di rumah. Kemudian pelapor mendapatkan notifikasi dari Group Line “Sumbagteng” bahwa operator memberitahukan kabel optic putus (cut) di daerah Hotel Vista.

“Setelah mendapat informasi tersebut, pelapor langsung bergegas menuju ke Tower Telkomsel yang berada di Hotel Vista,” ujarnya.

Setiba di Hotel Vista, pelapor masuk ke dalam Site (Tower) untuk mengukur kabel dan mengetahui jarak titik putus dengan menggunakan alat OTDR (Tester Cable). Diketahui bahwa jarak titik putus berada di 1,2 KM (tepatnya di Jembatan Sei Ladi).
“Kemudian pelapor pun bergegas menuju ke Jembatan Sei Ladi untuk melakukan pengecekan kabel optic yang terpasang di bawah Jembatan Sei Ladi dicover oleh besi pipa galvanis,” ucapnya.

Ternyata, besi pipa Galvanis yang sebagai pelindung kabel optic yang sebelumnya terpasang rapi telah hilang, dan kabel optic yang berada di dalamnya telah terputus.

Hartono mengatakan, PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengalami kerugian Rp. 12.580.000. Dan dampak dari kejadian tersebut koneksi terputus hingga ke Singapura dan Kamboja.

Tidak berapa lama Tim Opsnal Reskrim Polsek Lubuk Baja mendapatkan informasi bahwa di depan Tiban Kampung telah diamankan 3 orang tersangka RH, AS dan FM oleh personel Satlantas Polresta Barelang karena membawa besi pipa galvanis dengan becak motor (Bentor).

“Selanjutnya tim langsung menuju ke TKP untuk memastikan kebenaran tersebut,” tegasnya.

Pada saat Tim Opsnal Reskrim Polsek Lubuk Baja tiba di TKP, tersangka itu mengakui telah mengambil besi pipa galvanis di bawah Jembatan Sei Ladi.

Atas perbuatannya, pelaku RH dan AS dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 7 tahun.

“Sedangkan pelaku FM dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun,” tutupnya.(*/srd)