RF (37), tersangka kasus pembunuhan diintrogasi Kapolresta. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – RF (37), pelaku pembunuhan terhadap istrinya di rumahnya, Tanjung Sengkuang diamankan polisi. Sadisnya, beberapa saat sebelum menghabisi nyawa istrinya, pelaku sempat melampiaskan syahwatnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N mengatakan, peristiwa itu bermula pada Selasa (29/11/2022) sekira pukul 16.00 WIB, yang mana pada saat itu mertua perempuan pelaku pergi senam.

Sekira pukul 16.30 WIB korban selesai mandi lalu masuk ke dalam kamar. Setelah itu pelaku masuk ke dalam kamar dan bertanya kepada korban, “Mau dibawa kemana hubungan ini diam-diam aja”. Korban menjawab, “Seperti yang disampaikan kita selesai (Cerai)”. Pelaku menjawab, “Masak masalah kecil dibesar-besarkan”.

Lalu pelaku memeluk korban yang sedang mengenakan jilbab, namun korban mendorong pelaku ke kasur. Lalu korban berkata, “Jangan sampai kita bunuh-bunuhan lagi. Jangan pancing jin saya keluar”.

Pelaku berdiri lagi dan berusaha memeluk korban kembali sembari berkata, “Ayuk kita coba perbaiki hubungan ini”, namun korban menepis tangan pelaku.

Lalu pelaku teringat omongan-omongan korban yang kerap menyakiti hati pelaku. Kemudian pelaku mengambil botol yang ada di atas lemari, dan langsung memukul korban sebanyak 1 kali yang mengenai di bagian kepala belakang korban. Korban terjatuh ke kasur.

Selanjutnya pelaku menarik celana korban menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanan pelaku menahan tangan korban. Lalu pelaku masih sempat memaksa berhubungan intim dengan korban. Korban melakukan perlawanan.

Kemudian korban dipukul kembali di bagian pelipis mata kiri menggunakan botol. Kurang lebih 5 detik setelah pelaku melampiaskan nafsunya kepada korban, korban meronta. Pelaku memukul kembali dagu korban menggunakan botol sebanyak 1 kali.

“Lalu pelaku mencekik korban hingga korban tidak bergerak lagi (meninggal dunia),” ujar Kapolresta.

Kapolresta juga menjelaskan, motif pelaku melakukan KDRT hingga korban meninggal dunia, karena pelaku merasa sakit hati dan dendam kepada Korban, yang sering berkata kasar, dengan mengatakan, “Laki-laki tidak berguna”.

Pada saat pelaku dan korban bertengkar, korban juga pernah melakukan kekerasan dengan cara memukul, dan yang terakhir menikam pelaku menggunakan gunting di bagian bahu sebanyak 3 kali namun tidak dilaporkan kepihak kepolisian.

Usai membunuh istrinya, pelaku melarikan diri dan berhasil diamankan pada Jumat (2/12/2022) sekira pukul 17.00 WIB oleh Unit Opsnal Reskrim Polsek Batu Ampar di tempat persembunyiannya di daerah Tiban Koperasi, Kota Batam.

“Pada saat penangkapan, petugas melakukan tindakkan tegas dan terukur, karena pada saat dilakukan penangkapan pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri,” ujar Kapolresta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan atau Pasal 338 dan atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP.

“Ancamannya hukuman penjara selama 15 tahun,” tegas Kapolresta saat konferensi pers didampingi Kapolsek Batu Ampar Kompol Salahuddin, Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar Iptu M. Fachri Rizky, di Lobby Mapolresta Barelang, Rabu (7/12/2022).(*/srd)