Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman saat mengintrogasi para pelaku kasus pembunuhan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Mengeroyok maling hingga tewas, empat sekuriti PT. Bahtera Bahari Shipyard (BBS), Kabil, Nongsa, dibekuk polisi. Keempatnya berinisial BM (35), AY (32), M (33), ES (25) kini mendekam di jeruji sel tahanan Mapolresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman menjelaskan, peristiwa itu berawal pada Minggu (27/11/2022) sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu istri korban mendapat telepon dari anggota Polsek Nongsa yang memberitahukan bahwa J, suaminya yang terduga pelaku pencurian ditangkap dan dikeroyok oknum security BBS, sehingga mengakibatkan meninggal dunia.

Selanjutnya istri korban menuju Polsek Nongsa, dan bergegas menuju Rumah Sakit RS. Soedarsono, Nongsa. Setibanya di RS, istri korban melihat J telah meninggal dunia.

Saat anggota Polsek Nongsa mendatangi TKP dan terduga pelaku pencurian berjumlah 2 orang. Dimana salah satunya telah meninggal dunia akibat dikeroyok 4 orang security tersebut.

Selanjutnya terduga pelaku pengeroyokan diamankan anggota Reskrim Polsek Nongsa, dan kemudian dilimpahkan ke Unit V Satreskrim Polresta Barelang guna dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 utas tali nylon sepanjang ± 4½ meter yang digunakan pelaku untuk mengikat tangan dan kaki korban, 1 hendy talky yang digunakan pelaku untuk memukul kepala korban, 1 senter yang digunakan untuk memukul kepala korban. Dan 1 stel baju, celana korban.

“Para pelaku merupakan 4 security PT BBS yang melakukan penganiayaan yang secara Bersama sama yang menyebabkan orang meninggal dunia,” ujar Kasat Reskrim.

Keterangan dari security, J mencuri besi bekas di PT BBS. Pelaku berjumlah 2 orang.

“Satu orang (pelaku) sudah diamankan oleh Polsek Nongsa, sedangkan satu pelaku meninggal dunia, dan kami tangani sendiri oleh Satreskrim Polresta Barelang,” ucapnya.

Kasat Reskrim juga menghimbau masyarakat, agar Jangan melakukan main hakim sendiri.

“Kita punya hukum yang harus kita patuhi, kejadian seperti ini harus dipertanggung jawabkan, dan sebagai pembelajaran bagi kita semua,” paparnya.

Lanjutnya, kalau mungkin sekedar diamankan dan dibawa ke pihak berwajib tidak akan terjadi seperti ini.

“Apapun alasannya, kita tidak dibenarkan melakukan main hakim sendiri terlebih menghilangkan nyawa orang lain,” tuturnya.

Terhadap 4 tersangka tersebut dikenakan Pasal 170 Ayat (2) ke 3 KUHP tentang tindak pidana “Barang siapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang jika kekerasan itu mengakibatkan matinya orang”.

“Ancaman hukumannya penjara paling lama 12 tahun,” kata Rahman saat konferensi pers didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, serta Kanit Reskrim Polresta Barelang Ipda Mochamad Rizki Ramadhani, di Lobby Mapolresta Barelang, Rabu (30/11/2022).(*/srd)