Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara ekspos tersangla. Foto: ist

BATAM, (BATAMLAGI.COM) – Empat tersangka kasus Narkotika jenis ganja dan sabu dibekuk jajaran Resnarkoba Polresta Barelang. Keempat tersangka berinisial RA (40 tahun) asal Tanjung Pinang, MK (27 tahun) asal Tanjung Pinang, AW, (61 tahun) asal Medan, dan R (46 tahun) asal Medan.

Kasat Resnarkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara, mengatakan, penangkapan Narkotika jenis ganja ini cukup menarik, yang mana pihaknya melakukan penangkapan di lokasi cukup jauh dari Batam – Tanjung Pinang dan Medan.

Berawal pada tanggal 17 Agustus 2022, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat adanya transaksi ganja di Kampung Seraya, Kota Batam. Saat dilakukan penangkapan barang bukti yang didapat hanya 268 gram dan sabu 0,16 gram.

“Namun demikian tim tetap mendalami informasi tersebut dari tersangka 1 inisial RA bahwa Narkotika tersebut masih ada di Tanjung Pinang yang sudah dijual ke temannya,” ujarnya.

Lalu tim berangkat ke Tanjung Pinang, dan berhasil mengamankan tersangka MK, dengan barang bukti ganja seberat 3,6 kilogram. Kedua tersangka kooperatif, dan mengakui membeli ganja di daerah Medan.

“Tim berangkat ke medan dan berhasil mengamankan barang bukti ganja 5 kilo, sehingga total keseluruhan narkotika jenis ganja seberat 9,6 kilogram,” paparnya.

Untuk yang di Kampung Seraya total ganja seberat 268 gram, harga 1 paket 100.000, untuk harga jual bervariasi. Dia beli di Medan seharga Rp 6,8 juta per kilo dan dijual di Batam Rp 8,5 juta per kilo.

Sedangkan pelaku AW membeli ganja dari Batam kepada DPO inisial AS yang sering keluar masuk Aceh-Medan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dir Narkoba Polda Aceh dan Kasat Narkoba setempat. Kita masih memantau beberapa kegiatan yang ada di sana dan masih kami dalami,” jelas Lulik.

Kemudian terkait dengan pengawasan transportasi darat maupun laut, tambah Lulik, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Bea Cukai, KP3 dan dinas lainnya. Dan juga mengintensifkan pengawasan ini karena para pelaku juga membaca situasi, apakah pada saat itu alat detektor atau scan di tempat umum tersebut rusak, baru mereka melakukan aksinya.

“Namun demikian kami akan terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan penindakan yang lebih serius ke depannya,” paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka RA disangkakan Pasal 114 Ayat (2), (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 111 Ayat (2) Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati.

Kemudian Untuk tersangka MK di Sangkakan Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 111 Ayat (1) Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, seumur hidup.

Dan untuk tersangka AW dan R disangkakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 111 Ayat (2) Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancamannya pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati,” tegas Lulik saat konferensi pers didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, Wakasat Resnarkoba AKP River Hutajulu, serta Kanit Resnarkoba Ipda Shigit Sarwo Edhi di Lobby Mapolresta Barelang, Kamis (22/9/2022).(*/srd)