Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N saat mengintrogasi pelaku. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua pelaku kasus penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal diamankan jajaran Polresta Barelang. Keduanya berinisial BH (53 tahun) yang ditangkap di Ruko Golden City, Kelurahan Bengkong Sadai, dan pelaku RN (35 tahun) ditangkap di Pos Polisi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center.

Kasus ini terjadi di 2 tempat kejadian perkara (TKP), yang pertama di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre pada Kamis (15/9/2022) sekira pukul 14.00 WIB, dengan mengamankan korban inisial DP, dan pelaku RN.

Modus pelaku RN yakni membantu memberangkatkan secara ilegal serta mengurus keberangkatan dan menjanjikan pekerjaan kepada korban di Malaysia.

Kemudian TKP kedua di Ruko Golden City, Bengkong pada 17 September 2022. Korban yang berhasil diamankan berinisial M dan SA asal Brebes, dan pelaku yang berhasil diamankan berinisial BH (53 tahun).

BH berperan memberikan fasilitas penampungan PMI ilegal dan memberikan fasilitas paspor, serta memberangkatkan korban melalui Pelabuhan Ferry International Batam Centre menuju Malaysia.

Barang bukti yang diamankan 1 paspor atas nama M, 1 tiket keberangkatan tujuan Surabaya – Batam atas nama penumpang M, 1 tiket keberangkatan tujuan Jakarta – Batam atas nama penumpang SA, 1 handphone merk Samsung berwarna hitam milik pelaku BH, 1 lembar IPA milik korban yang telah diberangkatkan, 1 lembar ICA milik korban yang telah diberangkatkan, 1 lembar bukti transfer, 1 lembar eTiQa milik korban yang telah diberangkatkan.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N mengatakan, pelaku BH mengaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp 3 juta per calon PMI. Dan pelaku RN mendapatkan keuntungan sebesar Rp 300 ribu per calon PMI serta mengaku sebagai sopir. Atas pengakuan para tersangka, jajaran Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan pendalaman diduga ada keterlibatan pelaku lain.

Kapolresta menambahkan, kasus PMI ilegal di Kota Batam sedang marak, dan dirinya sudah memerintahkan Kasat Reskrim dan para kapolsek untuk menindak pelaku PMI ilegal, terutama sebagai penampung atau menyiapkan fasilitas keberangkatan PMI ilegal.

“Saya menghimbau masyarakat untuk tidak tergiur rayuan bujukan atau iming-iming mendapat mendapat gaji besar di negara Malaysia,” ujarnya.

Dijelaskan, jika tidak berangkat secara resmi, banyak hal-hal yang bisa terjadi akibat berangkat secara ilegal terhadap PMI.

“Dan saya ingatkan kembali agar menjadi PMI legal dan harus melengkapi dokumen sesuai ketentuan yang berlaku, karena di dalam peraturan tersebut adanya perlindungan terhadap PMI,” paparnya.

Atas perbuatannya para tersangka disangkakan Pasal 81 jo Pasal 83 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 15 miliar,” tegas Kapolresta saat konferensi pers didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Abdul Rahman, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Batam AKP Awal Sya’ban Harahap, serta Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, Senin (19/9/2022).(*/srd)