Sosialisasi Security Awareness di Grand I Hotel Nagoya Batam. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – PT Perusahaan Gas Negara (PT. PGN Tbk) ingin agar zero accident dan zero criminal dalam pipanisasi gas. Target PGN yaitu pipanisasi gas ke 1 juta rumah tangga. Dan untuk ke Singapura pipanisasi gas melalui bawah laut.

Rabu (17/8/2022), PGN menggelar sosialisasi Security Awareness di Grand I Hotel Nagoya Batam. Hadir di acara tersebut, Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono SIK mendampingi Wakapolresta Barelang AKBP Junoto, SIK.

Dalam sambutannya manajemen PGN mengucapkan terimakasih tamu undangan sekalian dalam kegiatan yang kami selenggarakan pada hari ini, PGN scurity yang berstandar sesuai regulasi, oleh karena itu kami ingin bekerjasama dengan TNI/Polri serta instansi pemerintahan lainnya.

“Kami ingin zero accident dan zero criminal, Kami juga ingin simulasi kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak takut apabila ada accident kebocoran gas dll. Target PGN yaitu pipanisasi gas kepada 1 juta rumah tangga, Untuk pipa bawah laut yang ke Singapura rawan oleh kapal-kapal yang lepas jangkar, maka dari itu PGN telah bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut,” ujarnya.

Kemudian Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Ditpamobvit Polda Kepri terkait pelaksanaan pengamanan Obvitnas Lingkungan Polda Kepri sebagai berikut, kawasan/ lokasi bangunan instalasi atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang.

Banyak kepentingan negara dan sumber pendapatan negara yang bersifat strategis yang harus memenuhi salah satu sebagian atau seluruh ciri-ciri yang di antaranya yakni menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari, ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan bencana terhadap kemanusiaan dan pembangunan, ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan kekacauan transportasi dan komunikasi secara nasional, ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan terganggunya penyelenggaraan pemerintahan negara dan ditetapkan dengan keputusan menteri dan atau kepala lembaga pemerintah non departemen terkait.

Serta kawasan/lokasi, bangunan/instalasi atau usaha yang dikelola oleh negara atau swasta dan bukan merupakan obvitnas namun diamankan oleh Anggota Polri atau oleh pengamanan internal.

Jadi dengan hal tersebut dapat disimpulkan pentingnya keamanan yang kondusif menggunakan terselenggaranya kegiatan pada obvitnas, polri berkewajiban memberikan rasa aman dan kepastian hukum pada Obvitnas.

Ancaman dan gangguan berimplikasi pada penurunan iklim investasi, menurunnya produksi dan mempengaruhi sumber pendapatan negara, dan pembangunan nasional serta pentingnya penetapan konfigurasi standar pengamanan mewujudkan keamanan dan kondusifitas.(*/srd)