Tiga tersangka pembuat sabu diapit polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) menggerebek pabrik pembuatan narkotika jenis sabu-sabu di Perumahan Elit Sukajadi, Selasa (19/7/2022). Tiga tersangka dan barang bukti sabu sebanyak 5 kilo lebih berhasil diamankan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Petrus Reinhard Golose, Kamis (21/7/2022) mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya informasi yang diterima BNNP Kepri tentang adanya pabrik pembuatan sabu-sabu di Perumahan Sukajadi, tepatnya di Jalan Pandan Laut, Nomor 23 Cluster Nirwana.

Selanjutnya, BNNP Kepri langsung melakukan penggerebekan ke lokasi pada Selasa sekitar pukul 14.30 WIB, dan berhasil mengamankan dua orang pria, Murti Sokkalingam (MS) dan Naryo Santoso (NS). MS merupakan Warga Negara Malaysia dan mantan Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Lalu, BNNP Kepri melakukan pengembangan, dan berhasil menangkap seorang tersangka Abdul Saleh (AS) di Perumahan Puri Selebriti Batam.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2), 112 ayat (2), Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 129 huruf (a) dan (b), UU RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Dalam kasus ini, turut diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 5.023 gram. Sabu tersebut ada yang masih setengah jadi.

“Barang bukti sabu ada yang sudah berupa kristal, dan ada yang perlu diolah lagi,” tegasnya.

Pelaku MS mengatakan, ia baru bertama kali membuat sabu-sabu setelah berhenti dari PDRM Malaysia. Dari pekerjaan ilegalnya itu, ia diimingi uang ratusan juta rupiah oleh seorang bandar besar yang ada di negaranya. Bila sabu sudah siap ia akan diberi Rp 100 juta. “Semua barang disediakan dari orang Jakarta dan Malaysia,” ucapnya.(*/red)