Personil Polsek Bulang saat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kelompok nelayan kelompok Tani/nelayan budidaya ikan (Pokdakan) Setokok Madani berselisih dengan Atong (A), selaku penampung ikan di Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Selasa (12/7/2022). Kedua belah pihak dimediasi Polsek Bulang, guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Bulang Ipda Nurdeni Rian mengatakan, perselisihan itu berawal pada Rabu (6/7/2022), A memesan ikan kepada kelompok Tani/nelayan budidaya ikan melalui Y.

“Kepada Y, A meminta agar ikan dipanen dan dikumpulkan dalam satu kolam. Dan A akan mengambil ikan tersebut secara keseluruhan. Dan A sudah dua kali membeli ikan dari kelompok Pokdakan,” ujar Kapolsek.

Kemudian pada Kamis (7/7/2022) sekira pukul 09.00 WIB, kelompok nelayan telah siap mengeringkan kolam dan memindahkan ikan ke dalam kerambah (kolam kedua). Lalu A ditelepon Y, namun tidak mengangkat panggilan.

Sekira pukul 11.00 WIB, A mengangkat telpon dan mengatakan tidak bisa mengambil ikan karena hari panas dan sekira pukul 14.00 WIB, A datang ke lokasi tambak dan mengatakan tidak bisa mengambil ikan karena ikan banyak yang lemas dan mati.

Sehingga terjadi perselisihan atau pertengkaran mulut antar ketua kelompok dengan A. Ikan pun tak jadi diambil A. Ikan yang mati mencapai 1 ton.

Pada saat itu, A mengatakan kepada kelompok nelayan, kerja bodoh. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kelompok nelayan meminta A agar pergi dari lokasi. Atas kejadian tersebut kerugian kelompok nelayan sebesar Rp 100 juta.

Mendengar informasi kejadian yang diketahui pada tanggal 11 Juli 2022, personil Polsek Bulang mengecek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan mendengarkan keterangan dari kelompok tani/ Budidaya ikan.

“Polsek Bulang menyarankan kelompok tani untuk mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk membuat laporan pengaduan atau laporan polisi ke Polresta Barelang,” ujarnya.

Kapolsek juga mengungkapkan, sebagai anggota Polri khususnya Polsek Bulang, selain tugas sambang rutin juga dituntut memiliki kemampuan untuk mendeteksi dini gangguan kamtibmas wilayah.

Disamping itu juga harus memiliki kemampuan menyelesaikan permasalahan setiap kejadian yang ada di wilayah binaannya. Ini sebagai wujud memberikan pengayoman dan rasa keadilan.

“Dengan demikian dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada Polri,” pungkasnya.(*/srd)