Outlet Holywings Batam saat malam hari. Foto: BatamLagi.com 

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Komisi I DPRD Batam, terkait perizinan kawasan Harbour Bay dan Holywings, Kecamatan Batuampar, Selasa (5/7/2022) siang, juga dihadiri pihak Holywings Batam. Tempat hiburan malam ini kena imbas promosi minuman beralkohol yang diduga menista.

General Manager Operasional Holywings Batam, Aru Rahman mengatakan, pihaknya masih dalam proses pengurusan perizinan yang belum lengkap. Hingga saat ini pihaknya sudah memiliki 8 perizinan.

“Saya baru siap ada 8 perizinan. Untuk kelayakan dan dari dinas kebakaran belum, akan segera kami urus,” ujar Aru.

Sedangkan untuk pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak pengelola Harbour Bay. Dan pihak menajemen Harbour Bay menyanggupi untuk mengurus IMB tersebut.

Dikatakannya, dalam hal ini, pihak Holywings berstatus sebagai penyewa.

“Gedung ini kami sewa. Maka kami membicarakan terlebih dahulu ke pihak Harbour Bay. Dan mereka yang akan mengurus surat itu,” kata Aru.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya juga mengurus perizinan lanjutan yaitu, Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL), melalui sistem Online Single Submission (OSS) dari BP Batam.

Direktur Perizinan Terpadu dalam Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Harlas Buana mangatakan, saat ini Holywings Batam sudah memiliki izin baru, dengan KBI 5601, perizinan tersebut sudah diverifikasi. Kemudian izin penjualan langsung minuman beralkohol golongan B dan C sudah terverifikasi.

“Perizinan melalui BP Batam, karena mengacu pada PP No 41, dan PP No 5 tentang Kawasan Bebas, namun ada perizinan mendasar yang dikeluarkan oleh Pemko Batam,” papar Harlas Buana.

Terkait perizinan Holywings Batam yang belum lengkap dan sudah beroperasi, Harlas Buana menjelaskan, dalam sistem percepatan perizinan, apabila ada suatu tempat usaha belum melengkapi perizinan, bisa saja beroperasi. Sehingga investasi tidak terhambat.

“Kewajiban saat sudah beroperasi, bisa dilengkapi sambil usaha berjalan. Apabila sudah sampai batas waktu tertentu, belum juga dilengkapi, bisa dievaluasi,” papar Harlas.(*/red)