Lik Khai. Foto:ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) memanas. Pengusiran mewarnai RDP yang digelar di Komisi I DPRD Batam, terkait perizinan Holywings di kawasan Harbour Bay, Batuampar, Selasa (5/7/2022) siang.

Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai mengusir perwakilan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam dari ruang rapat karena, tak bisa menjawab pertanyaan yang diajukannya.

“Keluar, keluar, keluar, untuk apa di sini kalo tak bisa jawab yang kita tanya,” bentak politisi Nasdem tersebut.

Bentakan Lik Khai membuat ruangan hening sejenak. Staf dari BP2RD yang datang dalam rapat itu pun keluar dari ruang rapat.

Rapat yang dipimpin Safari Ramadhan dan dihadiri seluruh Anggota Komisi I DPRD Kota Batam tersebut, ingin mendengarkan keterangan dari instansi-instansi terkait tentang perizinan di kawasan Harbour Bay, termasuk kasus yang tempat hiburan Holywings.

Tak banyak yang dapat digali dalam rapat tersebut. Pasalnya, perwakilan dari dinas terkait, contohnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam dan BP2RD tak mampu menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Anggota Komisi I DPRD Kota Batam.

“Bagaimana kita mampu memperbaiki atau menambah PAD kalau dalam rapat seperti ini tak bisa menjelaskan, bahkan terkesan ditutup-tutupi,” kata Lik Khai.(*/red)