D, tersangka kasus narkotika dengan barang bukti sabu-sabu.Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pihak Bea Cukai Batam bersama dengan AVSEC Bandara Internasional Hang Nadim Batam kembali mengamankan narkotika sabu-sabu yang diselundupkan masuk ke dalam negeri.

Narkotika berupa Methamphetamine atau sabu-sabu seberat 100,7 gram itu berhasil diamankan oleh Bea Cukai Batam dengan dukungan AVSEC di Bandara Internasional Hang Nadim pada Jumat (10/6/2022).

Penindakan yang dilakukan kali ini menjadi penindakan narkotika ke-9 yang dilakukan oleh Bea Cukai Batam sepanjang tahun 2022.

Pejabat Pelaksana Harian Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani, menjelaskan, penangkapan sabu-sabu ini terjadi pada tanggal 10 Juni 2022 sekitar pukul 15.20 WIB.

“Petugas Bea Cukai bersama dengan AVSEC Bandara Internasional Hang Nadim melihat gerak-gerik mencurigakan dari penumpang dengan inisial D, berumur 30 tahun, dengan rute penerbangan Batam menuju Surabaya dengan tujuan akhir Lombok,” ujarnya.

Lalu, petugas memeriksa barang bawaan penumpang dan melakukan proses wawancara. Dari hasil wawancara, tersangka tidak mengaku mengonsumsi sabu-sabu. Kemudian petugas melakukan body checking dan wawancara mendalam terhadap tersangka.

“Setelah dilakukan wawancara mendalam akhirnya tersangka mengaku mengonsumsi sabu-sabu,” papar Undani.

Selanjutnya, petugas membawa tersangka ke rumah sakit terdekat. Sesampai di rumah sakit, tersangka mengeluarkan salah satu bungkus barang bukti tersebut.

“Setelah itu, dilakukan rontgen dan hasilnya masih ada 1 bungkus barang bukti di dalam dubur,” pungkas Undani.

Tersangka beserta barang bukti sabu-sabu dibawa ke kantor Bea Cukai Batam untuk pemeriksaan mendalam dan pengeluaran satu bungkus barang bukti lainnya.

Dari pemeriksaan tersebut, tersangka positif menggunakan Methamphetamine dan Amphetamine, dan barang bukti yang dibawa tersangka positif mengandung Methamphetamine atau sabu-sabu.

Upaya penyelundupan sabu-sabu tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10 miliar.

“Terhadap barang bukti dan tersangka diserahterimakan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Kepulauan Riau dengan dibuatkan berita acara serah terima tanggal 10 Juni 2022 untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.(*/red)