Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardhana saat mengekspos kasus penganiayaan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pelaku kasus penganiayaan berinisial Budi Erman Ritonga (BD, 55 tahun) yang merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2019 lalu, dibekuk jajaran Polsek Sekupang.

Kejadian penganiayaan ini terjadi pada Minggu (5/6/2022) di teras Masjid Alkautsar Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Kronologis kejadian berawal pada tanggal 5 Juni 2022, sekira pukul 05.30 WIB, korban dan saksi merupakan marbot masjid sedang sarapan di teras masjid seusai melaksanakan shalat subuh.

Lalu datang pelaku ke teras masjid mengucapkan assalamualaikum. Karena masih makan, sehingga saksi tidak menjawab, kemudian pelaku berkata kepada saksi, “Kok sombong kali kau, aku tegur tidak pernah jawab.”

Lalu korban berkata, “Memang seperti itu Bud orangnyaā€¯.

Karena pelaku merasa korban ikut campur, pelaku langsung memukul korban berulang kali, sehingga korban mengalami luka di bagian wajah. Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Sekupang.

Menerima laporan tersebut, kemudian pada hari yang sama Unit Reskrim Polsek Sekupang melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi, bahwa pelaku sedang berada di mushola Ukhuwa, Tiban Lama.

Kemudian sekira pukul 20.00 WIB, seusai pelaku melaksanakan shalat isya, Unit Reskrim menangkap pelaku di halaman mushola.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 351 Ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama lamanya 2 tahun 8 bulan.

Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardhana mengatakan, dalam kejadian ini berhasil disita barang bukti berupa 1 lembar kwitansi, 1 flasdisk berisi rekaman video kejadian yang sempat viral di sosial media di Kota Batam.

“Diketahui tidak ada masalah antara korban dan pelaku, hanya saja pelaku memang agak tempramen, pelaku merupakan mantan atlit tinju,” ujar Kapolsek.(*/sdr)