Sukma Andry Stungky dan Fery Iood (pakai baju tahanan orange), tersangka kasus pemerasan di Polsek Batam Kota. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Diduga peras pengusaha cafe, dua oknum wartawan online, Fery Iood (FI) dan Sukma Andry Stungky (SA) ditangkap polisi, Selasa (14/6/2022) sekira pukul 22.00 WIB. Keduanya, kini meringkuk di sel tahanan Polsek Batam Kota.

Kapolsek Batam Kota Kompol Nidya Astuty menjelaskan, peristiwa ini bermula saat pelaku FI bersama rekannya SA mendatangi Cafe Flints Social House Bar di bilangan Batam Kota pada Sabtu (11/6/2022) sekira pukul 01.55 WIB.

“Sesampainya di cafe, pelaku memesan sebotol beer sambil bertanya apakah ada event bonus kepada korban yang tak lain adalah pemilik cafe,” ujar Nidya Astuty, Kamis (16/6/2022)

Selanjutnya korban menjawab, bahwa ada event bonus sembari memberikan bonus sebotol beer kepada pelaku. Tak berapa lama, pelaku meminta izin kepada korban untuk mengambil dokumentasi terkait event yang diadakan di cafe tersebut.
Saat itu korban tidak memberikan jawaban. Akan tetapi, pelaku tetap mengambil dokumentasi tanpa persetujuan dari pemilik cafe.

“Atas dasar dokumentasi itu, akhirnya pelaku mulai menakut-nakuti pemilik cafe dengan mengancam akan melaporkan ke polisi, dan bakal menyebarluaskan hasil video dokumentasi yang diambilnya, sehingga berharap lokasi tersebut ditutup,” paparnya.

Lantaran korban masih ada kesibukan dan meninggalkan pelaku di mejanya, sekira pukul 02.45 WIB pelaku pulang dan membayar bill di kasir. Saat itu ia sempat berucap ‘hati- hati aja’ sambil meninggalkan korban.

Esok hari, Minggu (12/6/2022), pelaku mengirimkan hasil video kegiatan di cafe milik korban yang sudah diposting di youtube ke whatsapp korban. Dengan mengirimkan file undang-undang tentang pornografi serta mengirimkan nomor kontak Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhart untuk meyakinkan korban.

“Dan pelaku juga meminta korban mengundang Kabid Humas dengan nomor kontak yang sudah dikirimkannya,” tambahnya.

Kemudian pada Selasa (14/6/2022) sekira 13.00 WIB, pelaku kembali menghubungi korban dan membuat janji pertemuan di cafe tersebut. Dihari yang sama, sekira pukul 21.00 WIB, pelaku datang dan berjumpa dengan korban.

Saat itu, korban meminta keringanan atas permintaan uang oleh pelaku sebesar Rp 3 juta. Namun, pelaku tetap tidak mau, sehingga akhirnya korban menyerahkan uang tersebut kepada pelaku.

“Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Batam Kota,” papar Nidya Astuty.

Menerima laporan tersebut tim Opsnal Polsek Batam Kota yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Yustinus Halawa mendatangi lokasi kejadian dan benar saat itu didapati 2 pelaku FI dan SA.

Kemudian dari tangan pelaku berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah amplop coklat yang bertuliskan nama Feri/Wartawan berisikan uang sebesar Rp 3 juta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 368 dan 369 KUHP ancaman hukuman 9 tahun dan 4 tahun penjara.

Terkait kasus dugaan pemerasan yang menjerat dua oknum wartawan di Batam, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kasi Humas AKP Tigor Dabariba, mengimbau kepada rekan jurnalis Kota Batam untuk selalu berpegang kepada kode etik jurnalistik dalam melakukan aktivitas jurnalistik.

“Karena profesi jurnalis adalah profesi yang mulia. Profesi yang harus dijaga marwahnya,” kata Tigor Dabariba.(*/srd)