Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N menunjukkan barang bukti sabu. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polresta Barelang kembali mendapat tangkapan sabu sebanyak 1.018,94 gram. Sekilo lebih sabu itu diamankan dari di Ruli Kampung Aceh Muka Kuning Kecamatan Sei Beduk dan perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, lokasi pertama, pengungkapan terjadi di Ruli Kampung Aceh, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk pada Jumat (13/5/2022). Diamankan barang bukti sebanyak 15,94 gram dan berhasil mengamankan 1 pengedar berinisial A (45 tahun).

Lokasi kedua pada tanggal 30 Mei 2022 di perairan Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Kepri dengan barang bukti 1.003 gram sabu, dan mengamankan 1 pelaku berinisial M (52 tahun).

Untuk kasus yang pertama modus pelaku A merupakan orang yang memiliki, menyimpan, menguasai, menjual diduga sabu sebanyak 133 paket atau bungkus yang siap untuk diedarkan di Kota Batam khususnya di ruli Kampung Aceh. Sabu-sabu yang dibungkus plastik transparan itu seberat 15,94. Dari pelaku juga diamankan barang bukti 2 kotak rokok Surya Gudang Garam, 1 kantong plastik warna hitam, uang tunai Rp. 1.490.000.

“Beberapa waktu yang lalu sudah kita lakukan penindakan di ruli Kampung Aceh. Ini yang kedua kalinya kita tindak lagi di tempat yang sama,” ujarnya, Jumat (10/6/2022).

Dijelaskan Kapolresta, pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat, jika di Kampung Aceh telah terjadi transaksi jual beli sabu.

“Kemudian Sat Resnarkoba langsung ke lokasi, dan mendapati pelaku A ada di lokasi, dan ditemukan 133 paket sabu dengan harga antara Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu per paket,” paparnya.

Di lokasi juga didapatkan 3 orang pembeli. Di lokasi juga ada tempat penyewaan bong dan sebagainya. Tapi dari pemakai tersebut tidak ditemukan narkotika.

“Kemudian kita cek ternyata positif, kemudian pemakai tersebut sudah kita rehab,” ungkap Kapolresta.

Berdasarkan pengakuan pelaku A, sabu itu dibeli dari pria berinisial Mr X (DPO) seharga Rp 6,5 juta untuk dijual dan diedarkan.

Untuk Kasus yang kedua, para pelaku mengambil sabu seberat 1.003 gram dari perairan wilayah Malaysia bersama temannya dengan naik speed boat mesin 40 PK.

“Sesampai di Malaysia pelaku bertukar speed boat bermesin 200PK yang di dalam speed boat telah ada 1.003 gram yang sudah disiapkan oleh pemiliknya,” jelas Kapolresta.

Setelah itu pelaku membawa speed boat bermesin 200PK tersebut ke wilayah Perairan Tanjung Berakit, Bintan. Sesampai di Perairan Tanjung Berakit, Sat Resnarkoba Polresta Barelang yang bergabung dengan Dit Polairud berhasil menggagalkan penyeludupan sabu-sabu tersebut. Kemudian pelaku M diamankan, sedangkan 1 pelaku loncat ke laut masih DPO.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia mendapat tawaran dari DPO untuk menjemput narkotika dengan upah Rp 25 juta apabila sampai tujuan.

Kapolresta juga mengatakan, dari pengungkapan pertama, pihaknya sudah menyampaikan jangan ada lagi transaksi narkoba di Ruli Kampung Aceh, karena jika ada pasti akan ditindak.

“Rencana ke depan saya akan koordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti TNI, BNN, Pemko Batam untuk bersama-sama melaksanakan razia besar-besaran. Tempat tersebut akan kita sisir, satu persatu rumah-rumah yang di Ruli Kampung Aceh, apabila ditemukan akan kita tindak,” paparnya.

Atas perbuatannya, para tersangka Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana penjara paling singkat lima dan paling lama 20 atau pidana mati, pidana penjara seumur hidup,” tegas Kapolresta.(*/srd)