Foto bersama usai sosialisasi antisipasi pungli pada proses PPDB. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Kepri menggelar sosialisasi antisipasi pungli pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD, SMP, SMA, SMK Tahun Ajaran 2022/2023 di Kota Batam di Lantai 9 Ruang Olympus Hotel Pacific Palace Kota Batam, Kamis (9/6/2022).

Irwasda Polda Kepri atau sebagai Ketua Pelaksana UPP Prov. Kepri AKBP M. Rudy Syafrudin, mengatakan, sosialisasi ini dilakukan dalam rangka implementasi dari Instruksi Mendagri tentang pengawasan pungli, dalam penyelenggaraan pemerintah daerah yang fokus pada cegah dan berantas pungli pada bidang perizinan, hibah/bansos, kepegawaian, pendidikan, dana desa, pelayanan publik, pengadaan barang dan jasa serta kegiatan lainnya yang mempunyai resiko penyimpangan.

Dikatakannya, bulan Juni atau Juli terdapat agenda penerimaan murid SD,SMP,SMA/SMK sederajat, agar sekolah dapat melakukan proses penerimaan PPDB tahun 2022 dengan ketentuan yang berlaku dan tidak ada penyimpangan, Saber pungli Prov. Kepri dan Kabupaten/Kota Se Prov. Kepri akan melakukan pengawasan dalam penerimaan siswa SD/SMP/SMA/SMK.

“Saber pungli dalam tupoksinya mengedepankan kegiatan pencegahan, namun bila tidak diindahkan dan ditemukan penyimpangan akan dilakukan tindakan tegas dalam penegakkan hukum,” ujar Rudy Syafrudin.

Asisten II Ekbang Pebrialin, yang membuka kegiatan ini mengatakan, Pemko Batam mendukung program pemerintah pusat dalam pengawasan pungli pada pelayanan publik di pemerintahan.

“Dalam upaya nyata saat ini Pemko Batam dalam melakukan transaksi honor tidak secara tunai, dan terhadap pengadaan ATK serta perjalanan dinas dipusatkan pada sekretariat daerah kota Batam,” kata Pebrialin.

Adanya tindakan penyelewengan berupa pungli oleh oknum terhadap pada pelayanan publik tentunya akan berdampak negatif terhadap penerimaan siswa.

“Diharapkan sekolah dapat memberikan pelayanan terbaik kepada orang tua/wali murid yang akan melakukan pendaftaran dan hindari tindakan-tindakan yang berpotensi terjadinya pelanggaran hukum,” ucapnya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab. Moderator adalah Irbansus Inspektorat Kota Batam, Muhammad Samad. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua UPP Kota Batam/Wakapolresta Barelang AKBP Junoto.(*/srd)