SW, tersangka kasus penipuan di Mapolresta Barelang, wajahnya menunduk. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pelaku penipuan berkedok investasi dibekuk jajaran Satreskrim Polresta Barelang. Kini, pelaku berinisial SW (sebagai owner investasi bodong ArisanBySerly) meringkuk di sel tahanan Mapolresta Barelang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N mengatakan, pelaku ditangkap pada Sabtu (14/5/2022) sekira pukul 00.30 WIB di perumahan Mutiara Puri Harmoni 3, Desa Jaya Mulya Kecamatan Serang Baru, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengajak saksi berinisial SO (selebgram) untuk bekerja mempromosikan atau mencari investasi simpan pinjam dengan slogan bunga besar, amanah dan terpercaya serta mendapatkan gaji Rp 5 juta tiap bulan, dan mendapat fee Rp 125 ribu per slot untuk setiap ada anggota baru yang menjadi member.

Kasus ini terungkap bermula, SA salah seorang korban merasa tertipu. Awalnya pada tanggal 27 Februari 2022, korban mengirimkan uang Rp 10 juta dan dijanjikan mendapat profit 25 persen per 20 hari. Uang itu akan dikembalikan Rp 12.500.000 pada tanggal 19 Maret 2022.

Kemudian pada tanggal 28 Februari 2022 korban tertarik lagi untuk investasi kembali dan langsung mengirimkan uang Rp 15 juta dan dijanjikan mendapat profit 30 persen per 20 hari, menjadi sebesar Rp. 19.500.000 pada tanggal 20 Maret 2022.

Kemudian pada tanggal 8 Maret 2022 korban kembali berinvestasi dengan mengirimkan uang dengan cara mentransfer sebanyak Rp 8 juta yang dijanjikan mendapat profit 30 persen per bulan, dikarenakan juga menerima investasi dari korban lainnya sehingga tidak dapat dilakukan pembayaran karena sebagian uangnnya digunakan untuk membayar investasi lainnya. Dan sebagian uang hasil investasi tersebut telah digunakan utuk membeli property seperti rumah dan mobil. Atas kejadian tersebut korban melapor ke Satreskrim karena merasa tertipu oleh pelaku SW.

Dari hasil penyelidikan terhadap pelaku dan keterangan para saksi-saksi, diperkirakan korban investasi bodong ini berjumlah 400 orang, dengan total kerugian sekitar Rp 10 miliar.

“Saat ini penyidik Sat Reskrim Polresta Barelang sudah mengkonfirmasi 18 orang yang menjadi korbannya. Sedangkan yang membuat laporan polisi baru satu orang. Para korban ini kemungkinan besar masih banyak, karena masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” ungkap Kapolresta.

Pelaku dijerat pasal 372 dan 378 KHUPidana dengan ancaman hukum 4 tahun penjara. Dan selanjutnya kasus ini akan dikembangkan untuk mempersangkakan tersangka melanggar tindak pidana TPPU atau pencucian uang untuk mengejar atau menelusuri uang hasil kejahatan tersebut kemana saja aliran dana dan hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka.

Atas kasus ini, Kapolresta mengimbau seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kota Batam jangan percaya adanya investasi dengan iming-iming mendapat fee besar atau keuntungan 20-30 persen di luar batas kewajaran. Lanjutnya, dan jangan juga percaya dengan investasi atau arisan yang tidak jelas atau tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku tentang investasi.

“Agar hati-hati dengan modus seperti ini. Apabila masih ada korban yang merasa tertipu dengan pelaku SW segera melaporkan diri ke Satreskrim Polresta Barelang dengan membawa bukti-bukti transfer, rekening koran serta chat dll yang berhubungan dengan perkara penipuan investasi bodong ini,” ujarnya, Kamis (9/6/2022).(*/srd)