ARS (bersebo), pelaku kasus pencabulan terhadap anak tiri di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Warga Perumahan Taman Asri Kelurahan Tiban Baru berinisial ARS (45 tahun) dibekuk polisi. Pasalnya suami tak tahu diri itu “meniduri” anak tirinya. Pelaku kini mendekam di balik jeruji Polsek Sekupang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardhana mengatakan, awalnya peristiwa itu diketahui saat kakak korban berada di rumah sakit. Sang ibu yang ada di Kalimantan curhat kepada kakak korban tentang masalah ayah tirinya yang telah meraba alat vital korban.

“Namun masalah tersebut telah diselesaikan. Ibunya pun berpesan kepada kakak korban untuk menjaga melihat keadaan korban,” ujar Kapolsek, Selasa (31/5/2022).

Kemudian pada Kamis (26/5/2022), kakak korban mendapat telepon dari tante pelapor yang tinggal di rumah tersebut, bahwa warga telah mengamankan ARS dan akan dibawa ke Polsek Sekupang. Pasalnya pelaku sudah melakukan perbuatan tak senonoh kepada korban sebanyak lima kali di rumahnya.

Kelakuan bejat pelaku terjadi pada Agustus 2021 sebanyak 2 kali, Oktober 1 kali, November 1 kali dan Desember 1 kali. Kemudian kakak korban menelepon ibunya yang berada di Kalimantan untuk memberitahu perbuatan ARS.

“Kemudian pelapor membuat laporan di kantor Polsek Sekupang atas perbuatan pelaku,” papar Kapolsek.

Menerima laporan tersebut, selanjutnya Unit Reskrim Polsek Sekupang mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi yang mengetahui perbuatan cabul terhadap anak bawah umur itu.

“Setelah mendapatkan keterangan serta pengakuan korban, diketahui yang diduga sebagai pelaku perbuatan cabul terhadap anak tersebut adalah ARS yang merupakan ayah tiri korban,” paparnya.

Pada Kamis (26/5/2022) sekira pukul 18.00 WIB, Unit Opsnal Polsek Sekupang mendapatkan informasi dari keluarga korban bahwasanya pelaku sedang berada di rumah, Perumahan Taman Asri.

Kemudian Unit Reskrim Polsek Sekupang bersama dengan lembaga Laskar Melayu Kepri yang didampingi korban mengamankan pelaku.

“Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Kapolsek juga mengatakan, pelaku saat melakukan perbuatan tak senonoh saat ibu korban berada di Kalimantan.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 81 ayat (2) Jo pasal 82 ayat (2) UU Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun,” tutupnya.(*/srd)