Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono menanyakan peran pelaku kasus pencurian motor. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Maling motor di Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam dibekuk polisi. Pelakunya berinisial FAN (21 tahun). Sedangkan 1 pelaku masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono mengatakan, pada Rabu (25/5/2022) sekira pukul 19.00 WIB, korban J pada saat itu baru saja tiba di rumahnya dengan menggunakan motornya Yamaha Mio warna Hijau, karena sehabis bekerja.

Kemudian motornya diparkir di samping kost tidak dalam keadaan dikunci stang. Dan korban memarkirkannya di belakang motor Honda Beat milik tetangganya.

“Setelah selesai memarkirkan sepeda motor, korban pun masuk ke dalam kamar kost,” ujar Kapolsek, Senin (30/05/2022).

Selanjutnya korban menjaga anaknya yang masih berumur 3 bulan, karena pada saat itu sedang dalam keadaan demam.

Pada Kamis (26/5/2022) sekira pukul 03.30 WIB, korban sedang membuat susu anak, dan mendengar suara seperti motor yang dipindahkan. Suara itu berasal dari samping kamar kosan.

“Setelah mendengar hal tersebut, korban pun langsung bergegas meletakkan botol susu dan keluar kamar kost,” paparnya.

Pada saat korban membuka pintu kamar kost, dilihatnya pelaku J (DPO) sudah mengendarai motor milik korban.

Setelah mengetahui hal tersebut, korban mencoba mengejarnya, namun pelaku langsung menggas motor. Korban pun langsung berteriak, “Maling….maling…”.

Warga yang mendengar teriakan itu berdatangan dan membantu mengejar pelaku. Saat pengejaran itu, korban mendengar suara benturan keras. Kemudian setelah berlari sejauh ± 2 KM, korban mendapati bahwa motornya telah tergeletak di jalan, ditinggalkan pelaku. Setelah itu, korban pun membawa motornya kembali ke kos-kosan.

Menerima laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja melakukan serangkaian tindakan penyelidikan guna mendapatkan bukti permulaan yang cukup, untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Berdasarkan adanya rekaman CCTV yang didapatkan dari sekitaran TKP, tim berhasil mengidentifikasi profil tersangka.

“Selanjutnya tim berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku FAN di sekitaran Tanjung Uma,” ungkapnya.

Kapolsek mengatakan, tersangka FAN dan J (DPO) dalam melakukan pencurian motor milik korban memiliki peran masing-masing yakni, pelaku FAN berperan memantau di sekitaran lokasi tempat terparkirnya motor korban.

Dan J (DPO) berperan menentukan motor yang akan diambil. Kemudian motor korban yang menjadi targetnya. Dan mengeksekusi dengan cara menggunakan gunting gagang berwarna Orange. Kemudian memasukkan ujung gunting ke dalam rumah kunci sepeda motor, dan memutarkan gunting tersebut hingga rumah kunci motor rusak.

Pelaku FAN dan J mencuri motor dikarenakan adanya pesanan dari teman J (DPO) untuk dicarikan sepeda motor. Apabila sepeda motor tersebut sudah ada, maka motor yang berhasil dicuri dijual, dan uang hasil dari penjualan tersebut akan digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Atas perbuatannya Pasal 363 Ayat (1) Ke – 4e dan 5e KUHP dengan ancaman dengan hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun penjara,” tutupnya.(*/srd)