Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra mengekspos kasus begal. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua begal berhasil dibekuk polisi. Modusnya, pelaku berinisial KSN (31 tahun) dan RJS (37 tahun) berpura-pura minta tolong kepada korban yang masih bawah umur. Kini begal itu ditahan di Mapolsek Sagulung.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra mengatakan, peristiwa ini bermula saat korban inisial MH bersama dua orang temannya masing-masing mengendarai motor yang baru pulang dari Batam center.

“Karena hujan lebat, korban beserta dua orang teman singgah di halte untuk berteduh,” ujar Kapolsek.

Tak lama kemudian datang dua orang laki-laki dengan berjalan kaki menghampiri korban, dan berkata bahwa mobil pelaku kehabisan bensin dan meminta tolong kepada korban untuk diantarkan membeli minyak ke arah Dapur 12, Kecamatan Sagulung.

“Kemudian korban bersama dua orang pelaku berboncengan ke arah Tiban,” paparnya.

Sesampai di simpang Perumahan Taman Sari, Kelurahan Tiban Baru, korban disuruh turun dan menunggu sebentar dengan alasan pelaku mau ke rumah bosnya untuk mengambil uang, dan meminjam handphone korban untuk menelepon bosnya. Kemudian pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

“Setelah pelaku pergi tidak jauh dari korban, barulah korban sadar dan berteriak minta tolong,” ungkap Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian kehilangan 1 motor metik merk Honda warna merah dan 1 handphone merek Samsung J2 pro warna silver dan uang tunai sebesar Rp 400 ribu beserta STNK motor yang berada di dalam jok. Lalu korban melapor ke Polsek Sekupang guna proses lebih lanjut.

“Menerima laporan dari korban pencurian motor kemudian Opsnal Polsek Sagulung dipimpin oleh Ipda Hasmir melakukan penyelidikan terhadap laporan korban tersebut,” ucapnya.

Kemudian pada Kamis (5/5/2022), Opsnal mendapatkan informasi dari korban bahwa korban melihat motornya ada di sekitar lokasi Simpang Dam.

“Kemudian unit Opsnal Polsek Sagulung langsung mendatangi Ruli simpang dam dan melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Sagulung guna pengusutan lebih lanjut,” ujarnya lagi.

Kapolsek juga mengatakan, modus kedua pelaku datang berjalan kaki menghampiri korban yang dibawah umur. Pelaku berpura-pura meminta tolong kepada korban untuk diantarkan membeli bensin.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHPidana dan Pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tutup Kapolsek saat konferensi pers kasus curanmor didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Ipda Hasmir, di Mapolsek Sagulung, Sabtu (28/5/2022).(*/srd)