Kapolsek Sei Beduk, AKP Betty Novia dan jajaran saat mengekspos kasus curanmor. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Maling motor dengan tersangka anak bawah umur dibekuk polisi. Pelakunya berinisial M (16 tahun), AW (15 tahun) dan AJF (14 tahun). Ketiganya berhasil membawa lari motor korban hingga ke Bengkong dalam kondisi mesin mati.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sei Beduk, AKP Betty Novia mengatakan, kejadian berawal pada Rabu (18/5/2022) sekira pukul 03.00 WIB, teman korban berinisial MA memarkirkan motor milik korban di depan Toko Berkat Cellular Jalan Laksamana Bintan 2, Kecamatan Batam Kota.

Lalu MA masuk ke dalam ruko dan menaruh kunci motor di meja. Kemudian korban menanyakan kepada MA, “Motornya sudah dikunci stang belum,” lalu dijawab MA, “Sudah”.

Selanjutnya mereka istirahat. Kemudian keesokan harinya sekitar pukul 09.00 WIB, MA menanyakan kepada korban tentang motornya, “Motor kamu kemana kok gak ada,”.

Lalu korban menjawab, “Bukannya kamu yang terakhir parkir di depan ya”.

Kemudian korban mengecek dan tidak mendapati motornya lagi. Kemudian korban melapor ke Polsek Sei Beduk.

Usai menerima laporan korban, pada Sabtu (22/5/2022) sekira pukul 01.00 WIB, Unit Opsnal sedang melakukan penyelidikan tindak pidana curanmor.

“Dan mendapat informasi bahwa ada yang hendak menjual sepeda motor di Simpang DAM, dengan harga yang tidak wajar,” paparnya.

Saat di lokasi, personel mencurigai seorang anak laki-laki mengendarai 1 motor merk Honda Beat warna hitam tanpa plat nomor.

“Lalu Opsnal Reskrim menduga sepeda motor tersebut bodong dan langsung memberhentikan sepeda motor tersebut dan menanyakan surat-surat kendaraan tersebut namun anak tersebut tidak dapat menunjukkannya,” ungkapnya.

Kemudian Opsnal Reskrim mengamankan anak tersebut untuk dimintai keterangan. Sesampainya di Polsek Sei Beduk ketika anak tersebut diinterogasi, barulah mengakui bahwa ia telah mengambil motor tersebut bersama teman-temannya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke 4e dan 5e KUHPidana jo Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak) dengan ancaman Hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Kapolsek juga mengatakan, para pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak stang motor milik korban dengan cara menendang stang hingga terlepas dari kuncian stang. Setelah stang sepeda motor tidak terkunci lagi, kemudian para pelaku membawa sepeda motor tersebut dengan cara mendorongnya hingga sampai ke Warnet Alumindo di Bengkong Harapan 1, yang tidak begitu jauh dari lokasi kejadian tersebut.

“Barulah sepeda motor tersebut dihidupkan oleh para pelaku,” pungkas Kapolsek saat konferensi pers didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Ipda Yogi Ditia Permana di Mapolsek Sei Beduk, Sabtu 28/5/2022).(*/srd)