Kapolsek Sei Beduk, AKP Betty Novia mengintrogasi pelaku curanmor. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Melawan pakai sajam saat ditangkap di Ruli Kampung Aceh Simpang Dam, Kelurahan Muka Kuning, Kota Batam, maling motor berinisial H (41 tahun) “dihadiahi” timah panas.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sei Beduk, AKP Betty Novia mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula pada Minggu (22/5/2022) sekira pukul 15.30 WIB, korban inisial F pergi berbelaja ke Botania 1 mengendarai motor.

“Lalu sekira pukul 17.30 WIB, korban pulang dan memarkirkan sepeda motor Yamaha Mio SOUL GT, warna Biru, Nopol Bp 5795 MF di pinggir jalan depan rumah korban,” ujar Kapolsek, Sabtu (28/5/2022).

Setelah itu korban masuk ke dalam rumah dan membereskan belanjaan. Kemudian sekira pukul 20.30 WIB, saat korban keluar rumah, mau pergi ke Batu Besar sudah tidak melihat motornya lagi di tempat parkir.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta,” paparnya.

Setelah itu korban langsung menelpon keponakannya, dan memberitahukan kejadian tersebut. Kemudian pada Selasa (24/5/2022) korban ditemani keponakannya datang ke Polsek Nongsa untuk membuat laporan polisi.

Kemudian pada Senin (23/5/2022), berdasarkan keterangan warga, mengetahui adanya penjualan motor dengan harga yang tidak sewajarnya di Ruli Simpang Dam Kampung Aceh, Kecamatan Sei Beduk.

“Kemudian Unit Opsnal Reskrim Polsek Sei Beduk yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Yogi Ditia Permana menangkap H yang hendak melakukan penjualan motor tersebut,” ungkapnya.

Saat ditangkap, pelaku melawan menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis pisau sangkur, dan berusaha melarikan diri. Kaki pelaku pun kena timah panas.

“Maka dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh Opsnal Reskrim Polsek Sei Beduk. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Sei Beduk untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” tegasnya.

Kapolsek juga mengatakan pelaku mengambil motor milik korban yang diparkir di pinggir jalan depan rumah tanpa terkunci stang. Kemudian pelaku membawa motor tersebut dengan cara didorong hingga sampai di rumah teman pelaku inisial W yang langsung dimasukkan ke dalam rumah W, yang tidak jauh dari rumah korban.

Masih kata Kapolsek, pelaku merupakan residivis terkait penyalahgunaan Narkotika jenis sabu yang baru bebas 6 bulan lalu.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Dan untuk kepemilikan senjata tajam dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam.

“Ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara,” tutupnya.(*/srd)