Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri memberikan pemaparan. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri melakukan sosialisasi Cinta Bangga Paham (CBP) rupiah kepada anggota Satbinmas dan Bhabinkamtibmas Polresta Barelang, di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang. Jumat (27/5/2022).

Kegiatan ini dihadiri Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, Kasat Binmas Polresta Barelang AKP Mangiring, Kanit Bhabinkamtibmas Ipda Jonton Daman Gultom, Ps. Panit Bhabinkamtibmas Aiptu Tuah, Bhabinkamtibmas jajaran Polresta Barelang.

Dan juga Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Asisten Direktur Taufik Ariesta, Manajer Yahya Hadi Sumara, Staf Athur Budianta Ginting dan Herberk Manurung.

Tim Bank Indonesia Provinsi Kepri mengatakan, edukasi rupiah yang selama ini dipahami oleh masyarakat cenderung terbatas pada kelayakan kondisi fisik uang. Kini edukasi rupiah diperluas tidak hanya untuk memahami rupiah sebagai uang tunai, namun juga sebagai uang nontunai.

Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa bangga pada diri masyarakat bahwa, rupiah merupakan salah satu simbol negara, identitas bangsa, dan menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI.

Oleh karena itu, edukasi rupiah telah mengalami rebranding yang awalnya berfokus pada fisik uang yaitu 3D (dilihat, diraba, diterawang) dan 5J (Jangan dilipat, jangan diremas, jangan dibasahi, jangan distapler, dan jangan dilipat) menjadi edukasi yang holistik yaitu; Cinta, bangga dan paham rupiah melalui Polri yang menjadi mitra dan perpanjangan tangan untuk ikut serta dalam mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengenal dan memahami rupiah.

Adapun kegiatan sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) rupiah bertujuan, untuk menumbuhkan rasa cinta kepada rupiah dengan cara merawat, memperlakukan dengan baik, dan mengetahui ciri-ciri keaslian rupiah.

Apabila ditemukan uang palsu, maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menyerahkan kepada bank untuk dilaksanakan pengecekan sehingga, jika dinyatakan palsu, pihak bank akan menyerahkan kepada polisi untuk ditindak lanjuti.

Kemudian penggantian uang rusak/cacat diberikan dengan nilai yang sama dengan nilai nominalnya dapat dilakukan salah satunya apabila fisik uang rupiah kertas lebih besar dari 2/3 (dua pertiga) ukuran aslinya.

Serta memahami rupiah yang memiliki fungsi penting dalam perekonomian Indonesia.(*/srd)