Jajaran Dit Reskrimsus Polda Kepri saat mengekspos kasus tindak pidana skimming, Selasa (24/5/2022). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tim penyidik Dit Reskrimsus Polda Kepri berhasil membekuk 3 pelaku skimming ATM Bank Riau Kepri di Batam. Ketiganya berinisial VTG warga negara asing (WNA) yang merupakan pelaku utama, JP alias J yang turut serta membantu dan CCM yang merupakan kekasih VTG dan ikut serta membantu VTG dan JP.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S mengatakan, sebelumnya, pihak dari Bank Riau Kepri pada tanggal 11 Mei 2022 mendatangi Polda Kepri dan membuat laporan, bahwa telah terjadi tindak pidana skimming atau tindak pidana pencurian data elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi dan data elektronik.

“Laporan yang dibuat oleh pihak Bank Riau Kepri ini dilakukan setelah mendapatkan dari pihak nasabah adanya saldo di rekening nasabah berkurang atau hilang, padahal nasabah tersebut tidak ada melakukan transaksi,” ujar Harry saat konferensi pers didampingi Dir Reskrimsus Polda kepri Kombes Pol Teguh Widodo, Kasubdit V Siber Kompol Yunita Stevany, Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Baharuddin dan Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Tessa Harumdilla di Lobby Utama Polda Kepri, Selasa (24/5/2022).

Lanjut Harry, kemudian pihak Bank Riau Kepri melakukan investigasi internal. Dari hasil investigasi tersebut diketahui bahwa ada beberapa ATM milik Bank Riau Kepri dipasang alat skimming, ATM tersebut berada di TKP salah satu swalayan di wilayah Kota Batam.

“Dari hasil investigasi tersebut pihak dari Bank Riau Kepri membuat laporan dan berkoordinasi dengan penyidik,” ungkapnya.

Lanjutnya, tidak menunggu lama, tim penyidik dari Dit Reskrimsus Polda Kepri melakukan penyelidikan secara marathon, dan diketahui bahwa tindak pidana tersebut dilakukan oleh tiga orang tersangka.

“Dari ketiga tersangka ini salah satunya adalah warga negara asing dari negara Bulgaria berinisial VTG dan tersangka merupakan otak dari tindak pidana ini. Selanjutnya inisial JP alias J berperan ikut serta membantu melakukan tindak pidana dan inisial CCM yang merupakan kekasih inisial VTG dan ikut serta membantu VTG dan JP,” papar Harry.

Dijelaskan, tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka ini cukup profesional. Tersangka meletakkan alat perangkat pembaca kartu di ATM milik Bank Riau Kepri, kemudian juga para tersangka memasang dan mengambil deep insert skimming, serta alat pembaca magnetik kartu ATM.
Disamping itu ketiga tersangka ini juga memasang alat penutup untuk menekan PIN. Setelah data milik nasabah tersebut didapatkan, tersangka memindahkannya ke kartu magnetik kosong untuk diolah kembali menggunakan alat EDC (Elektronic Data Capture).

“Dengan menggunakan alat ini tersangka kemudian memindahkan data yang didapatkan ke kartu ATM kosong. Kemudian tersangka melakukan transaksi berupa penarikan dana ataupun melakukan transfer uang ke bank lain,” jelasnya.

Masih kata Harry, dari hasil penyelidikan diketahui bahwa tersangka berada di Lombok, sehingga penyidik tidak menunggu lama dan bergerak cepat ke wilayah Lombok, serta berhasil mengamankan ketiga tersangka.

“Dan kemarin sore tersangka berhasil dibawa ke wilayah Polda Kepri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” paparnya.

Atas tindak pidana ini pasal yang diterapkan adalah Pasal 46 ayat (2) jo pasal 30 ayat (2) dan/atau pasal 51 ayat (2) jo pasal 36 UU ITE dan/atau pasal 55 ayat (1) jo pasal 56 ayat (1) Kuhpidana, Pasal 46 ayat (2) jo pasal 30 ayat (2) dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700 juta, dan atau pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 miliar.(*/srd)