Barang bukti kejahatan skimming yang dilakukan para pelaku. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Sekitar 3 lokasi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Riau Kepri di Batam dibobol penjahat jaringan internasional dengan modus memasang alat skimming. Tiga pelaku berhasil dibekuk jajaran Dit Reskrimsus Polda Kepri. Kerugian bank mencapai Rp 800 juta dari lebih 50 orang nasabah.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S saat konferensi pers di Polda Kepri, Selasa (24/5/2022), mengatakan, ketiga pelaku berinisial VTG yang merupakan warga negara asing (WNA) bertindak sebagai pelaku utama, JP alias J yang turut serta membantu dan CCM yang merupakan kekasih VTG dan ikut serta membantu VTG dan JP.

Dalam kasus ini, turut diamankan beberapa pakaian yang digunakan tersangka saat menjalankan aksinya, beberapa Kartu ATM, beberapa Kartu Magnetic Stripe, beberapa unit handphone, beberapa peralatan yang digunakan tersangka untuk melakukan tindak pidana skimming dan uang tunai hasil kejahatan dalam pecahan mata uang Euro dan rupiah dengan total Rp. 251.000.000 dan 1.000 Euro.

“Dari investigasi awal, tim penyidik bersama Bank Riau Kepri kerugian mencapai 800 juta rupiah dari kurang lebih 50 orang nasabah,” ungkap Harry.

Pada kesempatan itu juga, Kepala Cabang Bank Riau Kepri di Batam, Baharuddin menyampaikan terimakasih kepada tim penyidik dari Polda Kepri atas kerja sama selama ini. Sehingga kasus skimming yang terjadi pada Bank Riau Kepri dapat sangat cepat diungkap.

Sekali lagi kami atas nama Bank Riau Kepri beserta jajaran mengucapkan terima kasih,” ujar Baharuddin.

Berikutnya terkait kerugian nasabah, kata Baharuddin, pihaknya akan mengganti, bertanggung jawab penuh terhadap kerugian nasabah akibat skimming.

“Jadi nasabah Bank Riau Kepri tidak perlu khawatir jika dananya tidak diganti. Bank Riau Kepri bertanggung jawab penuh seratus persen dan kami juga telah melakukan investigasi di internal kami,” ucap Baharuddin.

Diberitakan sebelumnya, setelah berhasil melakukan kejahatan skimming atau mencuri data nasabah Bank Riau Kepri yang dipasang di sejumlah ATM, ketiga tersangka kabur. Mereka akhirnya dibekuk di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 46 ayat (2) jo pasal 30 ayat (2) dan/atau pasal 51 ayat (2) jo pasal 36 UU ITE dan/atau pasal 55 ayat (1) jo pasal 56 ayat (1) Kuhpidana, Pasal 46 ayat (2) jo pasal 30 ayat (2) dengan pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 700 juta, dan atau pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 miliar.(*/srd)