Dua pelaku pembobolan ATM BNI di Buana Plaza Tembesi menunduk di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI di Buana Plaza Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam berhasil dibekuk polisi. Dua sudah ditahan, satu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kinerja Satreskrim Polresta Barelang, dan Reskrim Polsek Sagulung dalam keberhasilan pengungkapan kasus ini.

“Pelaku yang diamankan berinisial S dan AN, terdapat DPO inisial G, kejadian terjadi di Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI yang terletak di Buana Plaza Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam,” ujarnya, Senin (23/5/2022).

Dari para pelaku diamankan 1 mobil Daihatsu Xenia warna Putih BP 1853 HF, 5 kaset tempat penyimpangan uang di Mesin ATM BNI Buana Plaza Tembesi Kecamatan Sagulung, serta uang tunai Rp. 20.650.000.

Kapolresta juga mengatakan, pelaku berhasil diamankan pada Selasa (17/5/2022), setelah menerima laporan polisi pada Minggu (15/5/2022).

“Kemudian dalam waktu dua hari tim kita berhasil menangkap pelaku S di Jakarta. Sedangkan pelaku AN berhasil ditangkap di Kota Batam. Pada saat dilakukan penangkapan pelaku AN melakukan perlawanan, kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh Satreskrim Polresta Barelang,” tegasnya.

Dijelaskan juga, peran pelaku S sebagai otak dari pembobolan, kemudian peran pelaku AN berperan sebagai menggambar lokasi atau mengamati situasi serta, tempat yang akan dilakukan pencurian. Dan DPO inisal G berperan sebagai driver mobil rental yang digunakan untuk melakukan pencurian.

Berdasarkan pengakuan pelaku, terlebih dahulu mengamati lokasi mesin ATM yang akan dibobol. Apabila keadaan aman dan sunyi, barulah ditetapkan lokasi pembobolan.

“Kemudian para pelaku langsung masuk ke lokasi mesin ATM dan merusak mesin ATM tersebut menggunakan linggis, dan obeng. Dengan hanya membutuhkan waktu 10 menit saja, para pelaku berhasil membongkar ATM dan mengambil 5 buah kaset yang berisikan uang,” ungkapnya.

Masih kata Kapolresta, pelaku S sangat lihai dan cepat saat beraksi, karena pernah bekerja sebagai jasa pengisian mesin ATM.

Agar tidak mudah dikenali, para pelaku pelaku memakai Sebo dan kaca mata, lalu menyemprot CCTv agar tidak berfungsi, dan membawa kabur kaset berisi uang.

Kemudian pelaku membaginya, masing-masing pelaku dapat Rp. 120 juta. Kemudian uang tersebut telah digunakan para pelaku untuk berfoya-foya, main jackpot dan karaoke. Akibat kejadian tersebut Korban PT. Swadharma Sarana Informatika (SSI) mengalami kerugian sebesar Rp 400 juta.

Pada kesempatan itu, Kapolresta menghimbau kepada warga masyarakat supaya lebih waspada lagi.

“Termasuk pada diri sendiri, dan saya sudah perintahkan anggota saya untuk menindak tegas pelaku C3 (Curat, Curas, Curanmor). Apabila melawan tembak di tempat termasuk pelaku Narkotika,” tegasnya lagi.

Ia juga mengimbau kepada pemilik rental mobil agar lebih hati-hati menyewakan mobilnya, terlebih dahulu lengkapi persyaratannya seperti KTP. Dan orang yang merental jelas tujuan untuk apa, karena tidak menutup kemungkinan apabila sembarangan merentalkan mobil bisa berakibat seperti perkara sekarang ini.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) Ke-4, ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun,” tutupnya.(*/srd)