ASF pelaku kasus persetubuhan anak bawah umur. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Mendengar pengakuan anak gadisnya telah bobok bareng dengan sang pacar, ibu pun syok. Sang arjuna pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannnya di depan hukum, karena meniduri anak bawah umur.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Surya Wardana, mengatakan, pelaku berinisial ASF (22 tahun) diamankan di rumahnya, Kavling Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Kasus ini terungkap saat pada 6 Mei 2022 sekira pukul 19.00 WIB, korban sebut saja Mawar (17 tahun) -bukan nama sebenarnya- bersama adiknya jualan donat sambil berjalan kaki.

Lalu korban menceritakan kepada adiknya tentang dimana membeli test pack. Lalu adeknya mengatakan tidak mengetahui, “Kalau mau tahu lebih tahu tanya mama karena aku masih anak kecil tidak tahu apa-apa,”.

Sesampai di rumah sang adek pun mengatakan, “Tanyalah sama mama yang kamu ucapkan tadi sama aku, yang tidak tahu apa-apa,”.

Kemudian ibu korban pun bertanya kepada korban. “Apa maksud ucapanmu ke adekmu, kok lain lain omonganmu”.

Selanjutnya korban mengaku kepada ibunya, “Mama, saya udah punya pacar dan sudah melakukan hubungan Intim”.

Mendengar penuturan anak gadisnya itu, ibu korban syok, dan bertanya, “Sudah berap kali kamu berhubungan intim,”.

Lalu korban mengatakan, “kami sudah melakukannya 3 kali”. Atas kejadian tersebut ibu korban melapor ke Polsek Sekupang.

Menerima laporan korban, pada Jumat (9/5/2022) penyidik Reskrim Polsek Sekupang melakukan penyelidikan, dan setelah mendapat 2 alat bukti yang cukup maka, dilakukan gelar perkara untuk meningkatkan ke proses penyidikan.

Kemudian pada Selasa (17/5/2022) sekitar 21.00 WIB, Tim Opsnal Polsek Sekupang dipimpin Kanit Reskrim Iptu M. Ridho, berhasil menangkap pelaku.

Kapolsek menambahkan, hubungan antara pelaku dan korban saat melakukan hubungan intim masih berpacaran. Selanjutnya untuk yang kedua dan ketiga tidak pacaran, tapi masih berkomunikasi.

Pelaku melakukan persetubuhan dengan korban dengan bujuk rayu oleh pelaku kepada korban yang masih umur 17 tahun, dan masih sekolah.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegas Kapolsek saat menggelar konferensi pers didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Iptu M. Ridho, di Mapolsek Sekupang, Sabtu (21/5/2022).(*/srd)