Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N saat mengintrogasi pelaku narkotika. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pengedar dan pemakai sabu-sabu di Kampung Aceh, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam digulung polisi. Pelaku yang diamankan berinisial AP (41 Tahun) beserta pemakai ME (54 Tahun), J (18 Tahun), AS (29 Tahun) dan TH (47 Tahun). Bahkan di “Kampung Narkoba itu” ada penyewaan untuk “nyabu” paket hemat (pahe).

Dikatakan Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, modus kejahatan ini adalah pelaku AP merupakan orang yang menyimpan narkotika. Darinya ditemukan 5 paket atau bungkus sabu dibungkus plastik transparan seberat 2,22 gram.

“Sabu tersebut siap untuk diedarkan di Kota Batam khususnya di ruli Kampung Aceh Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam,” ujar Kapolresta saat Konferensi pers didampingi Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, Wakasat Resnarkoba AKP River Hutajulu, dan Kanit Resnarkoba Iptu Sofyan Rida di Lobby Mapolresta Barelang, Selasa (10/5/2022).

Dan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan barang bukti 20 batang mancis/ pematik api, 22 alat hisap sabu/ bong, 1 steples, 2 gunting, 1 handphone merk Samsung, serta uang Rp 419.000.

Kapolresta mengatakan, penangkapan itu berawal pada saat ia mendapatkan informasi dari masyarakat melalui whatsapp, bahwasanya ada peredaran narkotika sabu di Kampung Aceh.

“Ada videonya dan ada foto-fotonya, langsung saya share ke kasat narkoba untuk menindaklanjuti saat itu juga. Karena informasi tersebut kepada saya bahwa di Kampung Aceh sudah lama adanya transaksi narkotika jenis sabu di sana ada dijual, ada dipakai, langsung saya perintahkan Kasat Narkoba dan jajaran untuk penggerebekan tempat tersebut,” paparnya.

Lanjutnya, pada tanggal 29 April 2022 berhasil diamankan beberapa barang bukti beserta tersangka sebagai pengedar ataupun penjual narkotika, termasuk juga pemakai tersebut.

“Saya himbau kepada masyarakat yang tinggal di Kampung Aceh segera untuk menghentikan adanya peredaran narkoba,” tegasnya.

Katanya, peredaran ini sudah tercium oleh jajarannya, apabila terdapat seperti itu lagi akan dilakukan penindakan.

“Informasi dari pelaku di tempat tersebut telah dijual beberapa paket sabu termasuk menyewakan alat bong, 1 alat bong disewa seharga Rp.10.000, dan untuk 1 gram sabu seharga 1.500.000, dan ini dijual per paket seharga Rp.100.000 sudah termasuk sabu dan alat bong, dan bisa dipake di tempat itu juga,” ungkapnya.

Kapolresta juga mengatakan kejadian ini sangat memperihatinkan atas peredaran narkotika di Kota Batam, terutama di Kampung Aceh.

“Dan alhamdulillah berhasil kita ungkap pelaku tersebut,” ucapnya.

Atas perbuatannya, para tersangka pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidananya penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” tutupnya.(*/srd)