Ilustrasi judi casino.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Selain gelper, judi ala casino juga marak di Batam. Hingga saat ini, perjudian itu belum tersentuh aparat berwajib. Seperti yang ada di komplek pertokoan Sinar Penuin (deretan blok D), Kecamatan Lubukbaja.

Bahkan, meski lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah, Senin (2/5/2022) perjudian yang dikelola bandar besar itu tetap beraktifitas. Kabarnya, omzet dari perjudian itu mencapat ratusan juta hingga miliaran rupiah per hari.

Andi, salah seorang warga kepada BatamLagi.com mengatakan, judi casino itu sudah bertahun-tahun beroperasi di pertokoan itu. Ia menduga karena kuatnya koordinasi dengan aparat terkait, perjudian itu hingga kini tetap eksis.

“Ya biasa lah bang, koordinasi dengan petugas. Kalau tidak, mana mungkin bisa eksis begitu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tempat perjudian itu cukup ekslusif, karena tidak semua orang bisa main di ruko tiga lantai itu.

“Tidak semua orang bisa main di tempat itu bang. Hanya orang tertentu saja. Ya tahu lah sendiri, siapa, orang mana yang suka berjudi,” ucapnya.

Lanjutnya, di pintu masuk tempat tersebut dijaga oleh salah satu kesatuan. “Ada yang jaga aparat bang,” paparnya.

Informasinya, tempat judi tersebut sempat tutup. Tapi sudah sebulan ini beroperasi kembali. “Sudah sekitar sebulan ini buka lagi,” ucapnya.

Pantauan di lokasi, jika malam, lorong tempat judi itu cukup sunyi karena sedetan ruko itu semuanya tutup, kecuali tempat judi yang rukonya tanpa papan nama tersebut.

Aktifitas cukup ramai jika siang hari. Karena di depan tempat judi itu ada dua rumah makan yang buka dan menyediakan makanan panggang (Grill) di tempat. Motor dan mobil para pemain parkir jadi satu dengan kendaraan tamu rumah makan.

Jika malam hari, kendaraan yang parkir di lorong itu kebanyakan milik para pemain. Seperti pada Senin malam, aktifitas di tempat judi itu cukup ramai. Beberapa pria berambut cepak dan tegap tampak berjaga di depan ruko tersebut.

Sumber BatamLagi.com mengatakan, pengelola tempat judi itu adalah pria berinisial Su. Saat dikonfirmasi terkait aktifitas perjudian tersebut, Su membenarkan. Namun ia menampik jika dikatakan sebagai pengelolanya.

“Bukan saya pengelolanya. Mereka hanya pakai nama saya saja. Saya hanya makan gaji,” akunya.

Su pun menyebut nama seseorang sebagai pemiliknya. Yakni pria berinisial Ak yang merupakan bandar besar. Sementara itu, BatamLagi.com terus berusaha konfirmasi kepada pihak kepolisian terkait dugaan praktik perjudian yang meresahkan itu.(*/red)