Motor yang terlibat balap liar dan memakai knalpot brong, diamankan jajaran Sat Lantas Polresta Barelang. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ratusan motor yang terlibat balap liar (Bali) dan memakai knalpot brong, “dikandang” jajaran Sat Lantas Polresta Barelang. Hal ini merupakan penindakan selama bulan Ramadan 1443 Hijriah.

“Saya mengapresiasi kepada Kasat Lantas dan jajaran yang telah melakukan penindakan balap liar ini, operasi ini di lakukan selama bulan suci Ramadhan yang terjaring sebanyak 129 unit kendaraan bermotor roda dua,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, Senin (25/4/2022).

Dikatakan Kapolresta, penindakan tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, terkait adanya aksi balap liar di jalan seputaran Engku Puteri dan Engku Hamidah Batam Centre yang membuat resah.

“Karena mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain saat berkendara, karena kebisingan knalpot brong/ knalpot yang tidak sesuai dengan standarisasi,” ujarnya.

Lanjutnya, atas laporan tersebut, pada 3 April sampai dengan 16 April 2022 Satlantas Polresta Barelang melaksanakan penertiban, dan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas di lokasi seputaran Engku Puteri dan Engku Hamidah Batam Centre.

Dari hasil penertiban tersebut terdapat 129 motor yang diamankan oleh Satlantas Polresta Barelang. Terdapat juga pelanggar tidak menggunakan helm 12 orang, pelanggar yang tidak melengkapi kendaraan sebanyak 53 orang, dan terdapat 59 pelanggar yang tidak melengkapi surat-surat berkendaraan.

“Pelanggar diberikan tindakan berupa surat tilang dan untuk barang bukti diamankan di Mapolresta Barelang,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kapolresta juga mengimbau masyarakat yang memiliki bengkel agar tidak menjual stiker, atau memodifikasi knalpot yang tidak sesuai dengan standarisasi.

“Bagi pelanggar yang tidak melengkapi standar motornya agar melengkapi terlebih dahulu termasuk knalpot brong dibuat standar,” ucapnya.

Juga dihimbau kepada orang tua untuk mengawasi anaknya agar tidak membawa motor. Karena masih anak-anak dan belum memiliki SIM.

“Dan kepada guru sekolah, agar menyampaikan kepada anak didiknya untuk tidak ikut balapan liar karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Lanjutnya, dan persyaratan untuk mengambil motor yang ditilang bagi pelanggar yang tidak punya SIM silakan urus SIM dulu.

“Dan apabila belum bisa punya SIM didampingi orang tua dan surat RT dan RW setempat. Bagi pelanggar yang tidak melengkapi surat-surat motor agar melengkapinya terlebih dahulu,” paparnya.

Atas kejadian tersebut pelanggar didakwa dengan UU Nomor 22 Tahun 2009, yakni; Pasal 281 bagi yang tidak memiliki sim, pasal 288 bagi yang tidak memiliki STNK, pasal 285 bagi yang tidak melengkap kelengkapan kendaraan, pasal 280 bagi yang memiliki plat nomor tidak sesuai standarisasi, pasal 291 bagi yang tidak memakai helm, dan pasal 297 bagi pelanggar yang melakukan balap liar.(*/srd)