Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra saat mengintrogasi para maling. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Empat dari lima maling yang membongkar perusahaan di Sagulung berhasil dibekuk jajaran Reskrim Polsek Sagulung. Keempatnya berinisial FL (32 Tahun), HJ (34 Tahun), TR (26 Tahun), dan S (34 Tahun).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, melalui Kapolsek Sagulung Iptu Nyoman Ananta Mahendra, mengatakan, 4 pelaku itu diamankan di rumah masing-masing.

Kasus ini bermula pada Senin (28/3/2022) sekitar pukul 08.00 WIB, PT Hong Yuan, Kecamatan Sagulung kemalingan. Peristiwa ini dilaporkan ke polisi oleh pengawas lapangan yang merupakan karyawan subcon PT Yappanto Group yang melakukan pengerjaan di PT Hong Yuan.

Saat mengecek workshop di PT Hong Yuan, pelapor melihat ada beberapa barang yang hilang seperti; 1 travo argon weldro 400, 1 razor 200, 3 travo lakoni 250, dan 3 travo welding 400.

“Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 70 juta. Dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sagulung,” ujar Kapolsek.

Setelah menerima laporan korban, pada Sabtu (16/4/2022) sekira pukul 01.00 WIB, anggota Reskrim Polsek Sagulung mendapat informasi dari masyarakat bahwa salah satu yang diduga pelaku FL sedang berada di Windsor Phase, Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja.

Kemudian anggota Reskrim Polsek Sagulung mendatangi lokasi dan penangkapan FL. Dari tangan tersangka berhasil diamankan 5 travo las milik korban yang hilang sesuai dengan laporan korban tersebut.

Saat diintrogasi anggota Reskrim, tersangka FL mengakui jika dirinya yang mencuri di kawasan PT Hong Yuan. Dan saat beraksi bersama 4 orang temannya yakni; TR, HJ, S dan ALI (DPO).

Berdasar pengakuan FL, anggota Reskrim langsung menuju tempat tinggal tersangka TR di Rumah Makan Lamongan Windsor, Lubuk Baja dan TR langsung diamankan.

Setelah dilakukan pengembangan lagi, anggota menangkap HJ dan S di Kavling Sagulung Sempurna Sagulung Kota Batam. Setelah itu keempat tersangka dibawa Kapolsek Sagulung untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Kata Kapolsek, saat beroperasi para pelaku melakukan secara acak, tidak melalui survei terlebih dahulu.

“Karena ada kesempatan dan situasi yang memungkinkan untuk melakukan pencurian,” ungkapnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pencurian dengan pemberatan pasal 363 Ayat 2 KUHPidana dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun.

Kapolsek menghimbau, untuk perusahaan yang libur saat lebaran Idul Fitri agar memberdayakan security lebih aktif, untuk mengecek kantor ataupun perusahaan yang memiliki aset berharga.

“Sehingga tidak ada kesempatan dan niat pelaku untuk melakukan pencurian. Dan dihimbau juga apabila masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran disarankan untuk menitipkan rumah yang ditinggalinya kepada tetangga, dan melaporkan ke ketua RT setempat agar selalu dipantau oleh security setempat,” pesannya.

Selain itu, tambahnya, untuk rumah yang ditinggalkan pemiliknya agar mengecek listrik ataupun kompor.

“Agar dipastikan semua telah dimatikan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran,” pungkasnya saat Konferensi Pers kasus Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Hasmir, Jumat (22/4/2022) sekira pukul 14.00 WIB.(*/srd)