Cabai.

HARGA cabai semakin pedas. Harga cabai yang mahal ini, bikin banyak orang mengeluh. Maklumlah, cabai sudah seperti kebutuhan hidup sehari-hari, bak aneka ayam geprek dan mie level yang sudah tak terpisahkan dari menu banyak orang.

Terutama di Batam, harga cabai yang tinggi terjadi sebelum lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah pada 21 April 2022 lalu hingga Idul Adha 1443 Hijriah. Harga si pedas itu tak kunjung turun, malah cenderung terus naik.

Seperti di Pasar Toss 3000, Nagoya, cabe merah keriting paling murah Rp 130 ribu/kg, cabet rawit Rp 120.000/kg, cabe hijau Rp 120.000/kg, cabe setan Rp 110.000/kg.

Pada pertengahan bulan Juni harga cabai terus flutuatif, cabe merah keriting sempat turun di kisaran Rp 120 ribu per kilo, cabai rawit Rp 90 ribu per kilo dan cabai hijau Rp 80 ribu per kilo. Namun cabai setan naik menjadi Rp 130 per kilo.

Padahal sebelumnya, harga cabai rawit tersebut berkisar Rp 45 ribu, cabet merah Rp 50 ribu, cabai setan Rp 80 ribu.

Menurut berita yang beredar, harga cabai setan sempat tembus mencapai Rp 180 ribu per kilogram. Para pengusaha ayam geprek setempat sampai terpaksa menyesuaikan pemakaian cabai, agar tidak harus menaikkan harga jual.

Pedagang cabai pun merasakan dampaknya, selain diomeli oleh pembeli, juga dagangannya tak selaris biasa. Hal ini membuat mereka merugi, karena cabai adalah sayur yang cepat busuk.

Mahalnya harga cabai, ternyata sudah biasa terjadi sebelum Lebaran Haji.

Dalam catatan Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia, kenaikan harga cabai adalah karena pasokan cabai yang cenderung berkurang menjelang Lebaran Haji. Jadi, bukan karena kelangkaan cabai dari petani atau hulu.

Data harga yang fluktuatif itu, memperkuat alasan tersebut. Pasalnya, harga cabai di daerah-daerah cenderung berkurang, bahkan justru mengalami penurunan. Sehingga mengalami kenaikan yang luarbiasa.

Seperti cerita yang terus berulang, sesaat setelah harganya tinggi, banyak petani menanam cabai sehingga pasokan berlimpah. Harga pun anjlok dalam hitungan bulan.

Melihat siklus harga cabai itu, ada baiknya instansi terkait mulai mengampanyekan pemakaian cabai kering bagi pengusaha makanan dan konsumen. Selama ini, kita terbiasa menggunakan cabai segar, padahal cabai kering juga bisa terasa pedas.(Suradi)