Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Robby Topan Manusiwa saat mengekspos kasus pencurian. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Tim Opsnal Jatanras Polda Kepri membekuk maling yang merupakan residivis berinisial AS alias BI (33). Dua tempat telah disatroni tersangka ini yakni di wilayah Tiban, Kecamatan Sekupang.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Robby Topan Manusiwa, S.Ik mengatakan, tersangka ini mengincar rumah-rumah kosong terutama pada saat bulan puasa hingga raya Idul Fitri.

“Tempat kejadian ada dua TKP. Pertama berada di Ruli Tiban 2, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam dan di Perumahan Pesona Rhabayu Kecamatan Sekupang, Kota Batam,” ujar Robby Topan Manusiwa didampingi Panit I Unit I Subdit III Ditreskrimum Polda Kepri Iptu Robinsar Tampubolon, SH dan Paur I Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Zia Hul Hak, SH, Rabu (13/4/2022).

Dikatakannya, tersangka ini merupakan residivis di kasus yang sama, tinggal di Ruko belakang BCA, Jodoh, Kota Batam. Saat beraksi ia bersama dua orang tersangka inisial PU dan RI yang sampai saat ini masih dalam pencarian dan pengejaran.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang didapatkan oleh tim di lapangan bahwa, pelaku melakukan aksinya menggunakan mobil Avanza dengan nomor polisi yang telah dikantongi tim,” ungkapnya.

Kemudian dilakukan pengecekan diketahui bahwa kendaraan tersebut adalah mobil rental dan yang merental adalah AS alias BI.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut tim berhasil mengamankan tersangka di sekitaran kawasan Jodoh, Kota Batam sekira jam 20.55 WIB. Tim Opsnal Jatanras Polda Kepri berhasil mengamankan As Alias B,” paparnya.

Barang bukti yang diamankan adalah 1 mobil Toyota Avanza warna Putih, 1 tang jepit, 1 obeng minus, 1 kunci inggris, 1 kunci L, 1 cutting gagang orange, 1 linggis, 2 regulator tabung gas, 10 jam tangan, 4 cincin perhiasan, 1 gelang tangan perhiasan, 4 speaker, 1 tas slempang warna coklat, 2 tas ransel, 1 tas sandang dan seekor kucing Himalaya warna Hitam.

Untuk memuluskan aksinya, tersangka ini terlebih dahulu memantau situasi di lokasi tempat yang menjadi sasaran. Saat tempat itu sepi, mereka masuk dengan cara mencongkel pintu maupun jendela rumah.

″Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama tujuh tahun,” pungkasnya.(*/srd)