Suasana salah satu kafe di Batam. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kini, Batam berstatus level 1. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1.

“Berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2022 tanggal 11 April 2022, Kota Batam ditetapkan sebagai level satu,” ujar Rudi dalam surat edaran tentang PPKM Level 1 serta mengoptimalkan Posko penanganan Covid-19 di tingkat Kelurahan untuk Pengendalian Peyebaran Covid-19 di Kota Batam.

Dalam SE tertanggal 12 April tersebut dijelaskan, pelaksanaan pembelajaran melalui tatap muka terbatas dan/atau jarak jauh. Lalu, pelaksanaan kegiatan perkantoran/ tempat kerja dengan menerapkan WFO sebesar 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

“Pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial tetap dapat beroperasi 100 persen, seperti posyandu, mall, toko, pasar dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat,” ujarnya.

Juga diatur terkait pelaksanaan kegiatan rumah makan/ restoran, kafe makan/minum di tempat 100 persen dari kapasitas. Jam operasional dibatasi sampai pukul 22.00 WIB. Layanan makanan melalui pesan antar/bawa pulang diizinkan sampai pukul 22.00 WIB.

Untuk restoran yang hanya melayani pesan antar/bawa pulang dapat beroperasi 24 jam.

Pelaksanaan kegiatan bioskop wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kapasitas maksimal 100 persen dengan pengunjung kategori hijau dan kuning boleh masuk.

Juga kegiatan yang dilakukan 100 persen yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi, seperti kegiatan seni budaya, tempat kebugaran.

“Resepsi pernikahan dan hajatan diizinkan paling banyak 75 persen dengan penerapan protokol kesehatan,” paparnya.

Kegiagtan ibadah dapat dilakukan 100 persen dengan prokes lebih ketat. Transportasi kapasitas maksimal 100 persen. jam operasi transbatam/Damri hingga pukul 20.00 WIB.

“Untuk pelaku usaha, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi umum yang tidak melaksanakan ketentuan SE dikenakan sanksi administrasi sampai menutupan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” demikian isi surat edaran tersebut.(red)