Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan didampingi Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar, Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Abdul Rahman, Senin (11/4/2022).

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polda Kepri menetapkan 6 orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana hibah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri. Pengungkapan kasus ini merupakan cluster pertama dengan kerugian mencapai RP 6,2 miliar. Tersangka utamanya adalah TR alias WH, Pegawai Negeri Sipil di Pemprov Kepri.

“Kasus korupsi ini merupakan kegiatan belanja hibah bidang Kepemudaan dan Olah Raga pada DPA-PPKD Pemerintah Provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD dan APBD Perubahan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2020. Dengan nilai kerugian keuangan negara Rp 6,2 miliar,” ujar Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Nugroho Agus Setiawan didampingi Kasubbid Multimedia Bid Humas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar dan Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Abdul Rahman pada saat Konferensi Pers di Media Center Bid Humas Polda Kepri, Senin (11/4/2022).

Dikatakan Nugroho Agus Setiawan, dalam kasus ini terdapat enam Laporan Polisi (LP). Dan 6 orang ditetapkan tersangka yakni; berinisial TR alias WH, 44 Tahun, laki-laki, pekerjaan PNS di Provinsi Kepri; MN alias USN alias UCN alias TTR, 39 tahun, laki-laki, pekerjaan Wiraswasta; SPN alias AR, 35 tahun, laki-laki, pekerjaan tukang ojek; AAS, 27 tahun, laki-laki, wiraswasta; MIF alias FLS, 33 tahun, laki-laki, wiraswasta.

″Para tersangka ini mempunyai peran masing-masing,” ujarnya.

Dijelaskan juga, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat. Selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2020 Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri mulai melaksanakan penyelidikan. Sejumlah orang dimintai keterangan mulai dari pihak Pemerintah Provinsi Kepri, penerima hibah, Notaris dan pemilik atau pegawai tempat dilaksanakanya kegiatan hibah.

″Selanjutnya pada tanggal 3 Januari 2022 telah dimulainya proses penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, dari hasil penyidikan ditemukan perbuatan melawan hukum dan didukung dengan minimal dua alat bukti yang sah serta telah adanya hasil audit kerugian keuangan negara oleh tim audit dari kantor perwakilan BPKP Provinsi Kepri sebagaimana laporan hasil audit kerugian keuangan negara nomor: SR – 141 /PW28/5/2022, tanggal 4 April 2022 dengan nilai kerugian keuangan negara total loss atau sebesar Rp 6.215.000.000.

″Dalam penyidikan perkara ini, penyidik melakukan serangkaian tindakan penyidikan berupa melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 77 orang saksi,” paparnya.

Lalu, pihaknya melakukan penyitaan terhadap barang bukti terkait perkara berupa uang Rp 233.650.000 yang telah disita dari penerima hibah, serta Sejumlah dokumen-dokumen terkait.

“Ditreskrimsus juga berkoordinasi dengan para ahli, salah satunya dengan tim auditor dari perwakilan BPKP Provinsi Kepri dalam hal melakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara terkait perkara dimaksud,” ungkapnya.

Masih kata Wadir Ditreskrimsus, secara global bahwa perkara ini, adalah perkara korupsi dana hibah dan yang disidik ini sebenarnya ada sekitar Rp 20 miliar. Namun dalam penyidikannya dibagi menjadi empat cluster.

“Dan yang diungkap kasus hari ini merupakan cluster pertama yaitu yang ada di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri dengan kerugian Negara sebesar Rp 6.215.000.000. Dengan tersangka enam orang dan tersangka utamanya berinisial TR alias WH, Pegawai Negeri Sipil di Pemprov Kepri dan dibantu oleh lima orang lainnya yang telah disampaikan tadi,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” pungkasnya.(*/srd)