Mega saat berada di Pos Polantas Simpang Martabak HAR, Nagoya. Foto tangkapan layar

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Wanita pengendara motor ditilang polantas. Peristiwa ini terjadi simpang Martabak HAR, Nagoya pada pada Rabu (6/4) siang. Dalam video yang beredar, disebut-sebut anggota Polantas meminta uang kepada si pengendara.

Dalam rekaman video yang viral di medsos tersebut, perempuan pembuat video menyampaikan, “Ini teman saya cuma melanggar ini aja, bukan melanggar sih, cuma putar balik, salah jalan aja”. Dia minta bayaran 250 ribu, kalau tak dikasih motornya ditahan. Rekaman ini diambil di pos polantas seberang jalan simpang Martabak HAR.

Penilangan ini bermula saat Mega, pengendara motor ketahuan petugas melawan arah, melanggar rambu larangan masuk dari arah Go Hill (toko parfum dan tas) menuju arah simpang Martabak HAR, Lubukbaja.

Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Hendra dan Brigadir Polisi Satu (Briptu) Riski Anggara yang saat itu berpatroli memberhentikan pelanggar dan mengecek kelengkapan dukumen kendaraan.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Ricky Firmansyah kepada wartawan, Kamis (7/4), mengatakan, pelanggar lalu lintas itu diberikan surat tilang dan dikenakan dua pasal. Yakni pasal 281 ayat 2 junto Pasal 77 ayat 1 yaitu tidak memiliki SIM dan STNK dengan ancaman kurungan 4 bulan dan denda Rp 1 juta.

“Kemudian Pasal 287 ayat 1, langgar rambu dengan melawan arus, ancaman pidana kurungan 2 bulan atau denda Rp 500 ribu,” tegas Ricky.

Dikatakannya, pelanggar awalnya mengaku jika SIM dan STNK-nya tertinggal di rumahnya. Lalu anggota meminta untuk menjemput pulang.

“Tapi setelah balik ternyata cuma bawa STNK, SIM nggak ada. Makanya sepeda motor ditahan sebagai barang bukti,” paparnya.

Karena ditilang, lanjut Kasat, pelanggar tidak terima. Lalu membuat rekaman video di media sosial, seolah-olah anggota Lalulintas meminta sejumlah uang Rp 250 ribu. Tapi teman pembuat video itu mengakui kalau temannya melanggar rambu seperti yang disampaikannya dalam video.

Lanjut Kasat, dalam peristiwa ini justru petugas membantu untuk membayarkan denda tilang sebesar Rp 250 ribu melalui e-tilang di BRI.

“Itu merupakan denda minimal bukan denda maksimal Rp 1 juta dan Rp 500 ribu atas pasal yang dilanggar tadi,” imbuhnya.(red)