W, pelaku pencabulan anak bawah umur di Polsek Bengkong. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ditinggal berjualan di pasar oleh sang istri, pria berinisial W (48) ini kepergok “nindih” Bunga.

Perbuatan tak senonoh itu terjadi di tempat tinggal korban yang juga dihuni pelaku dan istrinya di bilangan Bengkong. Orang tua korban merupakan teman baik pelaku.

Pagi itu, perbuatan tak elok itu kepergok istri pelaku yang baru pulang jualan dari pasar.

Kapolsek Bengkong AKP Bob Ferizal, peristiwa itu berawal pada Minggu (3/4/2022) sekira pukul 10.00 WIB saat ibu korban bersama dengan suaminya dan beberapa orang anaknya berada di dalam kamar mendengar suara orang ribut-ribut dari luar kamar.

“Mendengar hal tersebut ibu korban (Pelapor) bersama dengan suaminya langsung terbangun dan saat membuka pintu kamar. Korban langsung berlari masuk ke dalam kamar sambil menangis-nangis ketakutan,” ujar Bob Ferizal.

Tiba-tiba istri pelaku masuk ke dalam kamar ibu korban sambil marah-marah, memaki-maki dengan kata kasar serta memukul-mukul badan dan kepala korban.

Kemudian istri pelaku mengatakan, “Muncung, muncung tengok kelakuan anak kau ini, tadi aku pulang dari pasar nengok anak kau di bawah, terus terlapor di atas dalam keadaan telanjang bulat.

Mendengar perkataan istri pelaku, lalu ibu korban menanyakan kepada anaknya. Tak disangka, setelah ditanyakan berkali-kali, korban mengaku sudah sering digituin oleh pelaku.

“Pelapor tidak terima atas perbuatan yang diduga dilakukan pelaku dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bengkong untuk diproses lebih lanjut,” papar Bob.

Setelah menerima laporan korban, pada hari itu juga sekitar pukul 10.00 WIB, Unit Opsnal Reskrim Polsek Bengkong dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bengkong Iptu Rio Ardian mengamankan pelaku.

“Setelah diintrogasi diduga pelaku mengakui telah melakukan perbuatan tersebut berulang-ulang kepada korban,” imbuhnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku sudah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban sebanyak 10 kali sejak Desember 2021.

“Pelaku melakukan tindak pidana pencabulan terhadap korban dengan cara merayu korban, dan memberikan perhatian lebih. Dan pelaku menyatakan bahwasannya pelaku sayang dengan korban sehingga korban nurut kepada pelaku,” katanya.

Atas perbuatannya Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 belas tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” ungkap Kapolsek saat menggelar konferensi pers didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Polsek Bengkong Iptu Rio Ardian di Mapolsek Bengkong, Kamis (7/4/2022).(*/srd)