Polisi saat mendatangi toko sembako. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polsek Belakang Padang melaksanakan cek dan kontrol harga dan ketersediaan minyak goreng guna mengantisipasi kelangkaan minyak goreng di Kota Batam khususnya wilayah Belakang Padang, Senin (4/4/2022)

Kegiatan pengecekan dilaksanakan di beberapa toko sembako, serta Pasar Rakyat Belakang Padang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto melalui Kapolsek Belakang Padang AKP Yerry Manulang mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengantisipasi kalangkaan minyak goreng di Kota Batam, khususnya di Kecamatan Belakang Padang.

“Sekaligus mengecek ketersediaan minyak goreng di beberapa toko sembako dan pasar di saat Bulan Ramadan,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan di beberapa toko sembako, hingga saat ini harga minyak goreng yang dijual ke pasaran, sesuai dengan ketentuan pemerintah. Ketersediaan stok minyak goreng kemasan berbagai merek masih ada, dan akan disuplai kembali oleh distributor.

“Selain melakukan pengecekan, personil juga menghimbau kepada pelaku usaha tersebut agar jangan melakukan penimbunan minyak goreng jenis apapun di tokonya,” ujarnya.

Dengan adanya antisipasi kelangkaan minyak goreng yang dilakukan Bhabinkamtibmas tersebut, tidak ada pelaku yang melakukan penimbunan minyak goreng menjelang Bulan Suci Ramadan di Kota Batam.

Di hari yang sama, jajaran Polsek Batam Kota mengecek ketersediaan minyak goreng dan pangan lainnya di pasaran seperti toko, pasar atau mini market di wilayah Hukum Polsek Batam Kota.

Personil Polsek Batam Kota dipimpin Kapolsek Batam Kota Kompol Nidya Astuty W saat memantau situasi Kamtibmas wilayah hukum Batam Kota serta mela pengecekan tersebut, terkait ketersediaan minyak goreng masih stabil. Begitu juga ketersediaan pangan. Bahan pokok masih aman dan belum adanya kenaikan harga sembako secara signifikan.

Minyak goreng “terkenal” yang agak susah masuk ke toko, saat ini yaitu minyak goreng merek Sunco (dijatah) dan Bimoli. Namun merek lainnya masih banyak dan mencukupi.

“Pengecekan ketersediaan minyak goreng, maupun bahan pokok lainnya kami lakukan sebagai upaya mencegah kelangkaan dan kenaikan harga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang dapat meresahkan masyarakat,” tegas Nidya Astuty.(*/srd)