Minyak goreng curah yang dibungkus per 1 kilogram. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Minyak goreng curah mulai dapat ditemukan di Pasar Toss 3000, Nagoya. Hanya saja, pembeli dijatah cuma bisa mendapatkan 1 kilogram saja.

“Hanya bisa beli satu kilo saja bu,” ujar seorang karyawan toko di Pasar Toss 3000, Jumat (1/4) pagi.

Dikatakan pria yang enggan menyebutkan namanya itu, tiap pembelian minyak goreng curah itu terpaksa dibatasi agar pembeli lainnya bisa kebagian juga.

“Kalo tidak dibatasi, langsung diborong habis. Orang pada nyari, marah-marah nanti,” katanya.

Untuk mendapatkan 1 kilogram migor yang dikemas plastik itu dipatok dengan harga Rp 16 ribu.

“Harganya memang segitu bu,” ucapnya.

Dijelaskan juga, tokonya itu dapat jatah 20 jerigen. “Minyak goreng ini hanya tinggal ini saja. Habis ini sudah kosong lagi,” imbuhnya.

Katanya, suplai minyak goreng curah itu tidak menentu. Kadang hingga satu minggu baru datang. “Tak tentu pak datangnya, kadang sampai seminggu. Ini saja belum seminggu sudah mau habis,” paparnya.

Sebelumnya, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N bersama Dandim 0316 Batam Letkol Kav. Sigit Dharma Wiryawan, dan Kadisperindag Kota Batam Gustian Riau gelar inspeksi mendadak (sidak) terkait stok dan harga minyak goreng (Migor) curah di pasar, distributor dan pabrik di Kota Batam, Selasa (22/3/2022).

Pengecekan dilakukan di Pasar Pagi Toss 3000, Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, distributor minyak curah CV. Murni Inti Sawit, Kecamatan Batu Ampar, dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Synergy Oil Nusantara, Kabil, Kecamatan Nongsa.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N mengatakan, kebutuhan minyak goreng curah maupun kemasan untuk masyarakat Kota Batam per bulannya sebanyak 1.750 ton. Stoknya aman.

“Kita masih bisa menyetok sebanyak 2.500 ton per bulan. Jadi alhamdullilah masih surplus,” ujar Nugroho.

Lanjutnya, Harga Eceran Tinggi (HET) minyak goreng curah Rp 14 ribu per liter, lalu dicek ke distributornya mereka menjual Rp 13.500 per liter ke pedagang atau toko. Lalu dijual seharga Rp 14.500 per liter ke konsumen.

Ditegaskan Nugrogo, Polresta Barelang bersama TNI dan Disperindag akan terus mengontrol harga minyak goreng di pasaran.

“Apabila terjadi monopoli harga ataupun penimbunan akan kita tindak dengan UU Perdagangan dan bisa dipidana,” tegasnya.(*/srd)