KH (21), pelaku kasus pencabulan di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Mencabuli 2 anak bawah umur, pelaku berinisial KH (21) diamankan polisi. Kini, remaja itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/12/2021) sekira pukul 17.50 WIB di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Pelaku yang merupakan teman pelapor (teman paman korban) mendatangi rumah pelapor dengan maksud meminta ijin membawa korban bermain ke rumahnya di Piayu.

“Kemudian sekira pukul 18.30 WIB pelaku membawa korban pulang ke rumah dengan keadaan wajah pucat,” ujar Nugroho, Kamis (31/3/2022).

Kemudian, lanjut Nugroho, pada Selasa (14/12/2021) saat korban RJ buang air besar meminta pelapor menemaninya, dan kemudian mengeluhkan rasa sakit di anus, yang mana RJF (7) – laki-laki- mengatakan kepada pelapor bahwa pada Minggu (12/12/2021) sekira pukul 17.50 WIB pelaku “memasukkan” ke dalam anus, dan juga “memasukkan” bagian vital korban S (5) -perempuan-.

Usai melakukan perbuatan terkutuknya itu, pelaku mengancam korban akan dibunuh jika memberitahukan kejadian itu kepada orang lain.

Setelah menerima laporan dari korban, Unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan, membawa korban visum, pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara.

Kemudian pada Kamis (10/2/2022 sekira pukul 20.00 WIB pelaku diamankan dan selanjutnya dibawa ke Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, mengatakan, pelaku sudah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap kedua korban yang merupakan kakak beradik sebanyak 1 kali. Saat ini pelaku sudah diamankan oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman Pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” ungkap Kapolresta.(*/srd)