Pemusnahan barang bukti sabu di Mapolresta Barelang. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Satresnarkoba Polresta Barelang memusnahkan sabu-sabu hasil tangkapan di sekitar Pulau Buaya Batam, dengan 4 tersangka, di Lobby Mapolresta Barelang, Rabu (30/3/2022) sekira pukul 11.00 WIB.

Pemusnahan barang bukti dengan cara direbus di kuali itu, merupakan hasil tangkapan pada Selasa (15/2/2022) sekira pukul 14.00 WIB di sekitar Pulau Buaya Batam, dengan 4 tersangka berinisial RH (48), ST (26), IM (49), AB (46). Total barang bukti 22 bungkus sabu yang dibungkus plastik kemasan teh merk Guanyinwang seberat 22,249 kilogram.

Dalam kesempatan ini Wali Kota Batam yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan, pemusnahan barang bukti ini mudah-mudahan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua terutama masyarakat Kota Batam bagaimana Bahayanya narkotika ini jika diedarkan di Kota Batam.

“Kami Pemerintah Kota Batam mengapresiasi kinerja Polresta Barelang dalam pengungkapan atau pemberantasan narkotika di Kota Batam yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ketua MUI yang di wakili oleh Sekretariat 1 mengucapkan apresiasi kepada Kapolresta Barelang, dan jajaran yang telah berhasil memberantas narkotika di Kota Batam, karena Narkoba adalah musuh kita bersama.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N mengatakan, pemusnahan barang bukti sabu yang sudah pernah digelar saat konferensi pers pada minggu lalu, dan hari ini juga dimusnahkan sabu-sabu kembali.

“Kita akan musnahkan barang bukti Narkotika jenis sabu seberat 22,042 kilogram. Dan sebelum dilakukan pemusnahan dilakukan pengujian terlebih dahulu dengan menggunakan alat general sreening drugs. Dan jika cairan di alat berubah menjadi warna ungu maka, terhadap barang bukti yang diuji dinyatakan positif mengandung zat metamfetamina yaitu yang terdaftar dalam Gol 1 Nomor urut 61 lampiran UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujarnya.

Sekali lagi Kapolresta mengapresiasi jajaran Satresnarkoba Polresta Barelang yang tergabung dalam Satgas Merah Putih yang bisa mengungkap peredaran narkotika jaringan internasional di Perairan Batam.

“Kita berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika di Kepri khususnya di Kota Batam,” tegasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kota Batam, sekiranya mengetahui, menemukan adanya perederan Narkoba segera memberitahukan kepada pihaknya.

“Akan segera kami tidak lanjuti. Karena Kami tidak dapat bekerja sendiri untuk menumpas Narkoba butuh dukungan dari masyarakat dan stakeholder yang ada. Mari kita sama-sama menumpas narkotika di Kota Batam ini,” ucapnya Nugroho.

kegiatan ini juga dihadiri Kajari Kota Batam diwakili, Kepala BNN Kota Batam, AKBP  Heryanto, Kasat Resnarkoba Kompol Lulik Febyantara, Ketua MUI Batam diwakili.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt S, mengatakan, pemusnahan barang bukti sebelumnya telah dilakukan pada minggu lalu yaitu pada Tanggal 17 Maret 2022. Pemusnahan barang bukti ini merupakan amanat dari UU Nomor 35 Tahun 2009 Pasal 91.

“Berdasarkan surat ketetapan dari Kejaksaan Negeri Kota Batam, barang bukti yang telah disita berupa sabu dari 4 orang tersangka yang telah diamankan dan ditahan untuk segera dimusnahkan,” paparnya.

Dijelaskan, dari sabu 22,249 kilogram telah disisihkan untuk pemeriksaan laboratorium sebanyak 203 gram, dan 4 gram untuk pembuktian perkara di pengadilan. Barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 22,042 kilogram.

Lanjutnya, atas keberhasilan penangkapan puluhan kilogram sau itu dapat diasumsikan mampu selamatkan 222.490 jiwa anak bangsa.

“Kalau kita melihat dari pengungkapan ini betul-betul sudah memprihatinkan, dan sudah membahayakan peredaran narkotika khususnya di Kepulauan Riau. Di mohon kerjasama elemen masyarakat untuk menanggulangi peredaran narkotika di Kepri ini,” ucapnya.(*/srd)