Kapolsek saat mengekspos pelaku penipuan dan penggelapan PA (38). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua RT 01 Ruli Kampung Pasar Melayu, Batuaji berinisial PA (38) ditangkap polisi di rumah istrinya, Desa Sumber Agung A2, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pelaku diduga melakukan penipuan berkedok sembako murah.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Batu Aji Kompol Daniel Ganjar Kristanto mengatakan, kasus ini bermula pada Minggu (27/2/2022) sekira pukul 14.00 WIB, ketika korban berinisial O sedang berada di rumah di Kampung Cunting RT.002 RW.001, pelaku datang menawarkan sembako. Kemudian pelaku kembali menawarkan sembako dengan harga yang sama pada tangga 6 Maret 2022 di rumah korban. Dan uang sembako tersebut sudah disetor sejumlah Rp 34.220.000, tapi sembakonya tidak ada.

Kemudian pelaku menawarkan kembali sembako kepada korban S dengan harga sembako sama dengan yang ditawarkan kepada O. Dan uang yang disetorkan S kepada pelaku sebesar Rp 39.710.000. Namun, pelaku juga tidak memberikan sembako yang sudah dijanjikan itu. Pembayaran itu ada kuitansi yang ditandatangani pelaku.

Karena sembakonya tak kunjung diantas, korban berusaha mendatangi rumah pelaku, namun sudah tidak ada. Bahkan rumah pelaku sudah kosong. Kasus itu pun dilaporkan ke polisi.

Kemudian pada Rabu (2/3/2022) sekitar pukul 16.00 WIB, penyelidikan dilakukan anggota Opsnal Polsek Batu Aji yang dipimpin Oleh Kanit Reskrim Polsek Batu Aji Iptu Budi Santosa, dan Panit Opsnal Ipda Jonathan Reinhart Pakpahan.

Lalu, pada Rabu (9/3/2022) sekira pukul 20.00 WIB, tim mendapat informasi dari sumber terpercaya tentang keberadaan pelaku di Sumatera Selatan.

Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan jajaran Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin. Pada Kamis (10/3/2022) sekira pukul 01.45 WIB, pelaku berhasil diamankan anggota Sat Reskrim Polres Musi Banyuasin di rumah keluarga istri.

Kemudian pada Kamis (10/3/2022), Tim berangkat ke Sumatera Selatan, dan tiba di Polres Musi Banyuasin sekira pukul 19.30 WIB. Selanjutnya pelaku diinterogasi, dan pelaku mengakui semua perbuatannya.

Keesokan harinya pada Jumat (11/3/2022) sekira pukul 06.00 WIB, pelaku langsung dibawa ke Batam dan ditahan di Polsek Batu Aji.

Kapolsek menjelaskan, pelaku merupakan sebagai Ketua RT. 001 Ruli Kampung Pasar Melayu, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji. Pelaku diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan terhadap korban sebanyak 1.393 orang.

Awalnya pelaku membeli paket sembako berisikan 1 karung beras 5 Kg, 1 Kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, 5 butir telor ayam, 5 bungkus intermi seharga sebesar Rp 87.500.
Lali pelaku mendatangi korban O dan S untuk menjualkan paket sembako tersebut kepada para warga di Kampung Cunting dan Perumahan Taman Karina, Kelurahan Tanjung Uncang seharga per paket sembakonya Rp 60 ribu.

Tujuan dijual murah, supaya warga terpancing membeli paket sembako itu. Karena banyak warga yang berminat, sehingga berkelanjutan pelaku memberikan kupon sampai 1.393 kupon paket sembako murah kepada korlapnya untuk dijualkan kepada para warga.

Untuk menyakinkan warga yang mau membeli paket sembako murah itu, pelaku memberikan stempel RT dan RW di kupon tersebut.

Perbuatan ini sebelumnya sudah direncanakan dengan meyakinkan beberapa orang warga diberikan paket sembako seharga Rp 60 ribu per paket. Sementara pelaku membeli paket sembako tersebut seharga Rp 87.500. Dan pelaku juga tidak punya uang untuk membeli paket sembako sebanyak permintaan warga.

Setelah banyak warga yang membeli dan uang paket sembakonya sudah disetorkan oleh para korlapnya Rp 76.615.000, pelaku langsung membawa kabur uang ke Kampung istrinya di Desa Sumber Agung A2, Kec. Keluang, Kabupaten Musi Banyu Asin, Provinsi Sumatera Selatan.

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat Kota Batam, khususnya masyarakat di Batu Aji agar tidak mudah percaya dengan penjualan sembako murah dengan menggunakan kupon.

Masyarakat dapat menanyakan ke bhabinkamtibmas, babinsa dan kelurahan apabila menemukan hal tersebut, dan dapat juga datang langsung ke polsek terdekat untuk memastikan apakah penjualan sembako tersebut benar atau tidak.

“Sehingga tidak terulang kembali kejadian yang sama,” tegasnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP.

“Ancaman hukuman penjara selama-lamanya 4 Tahun,” tutupnya.(*/srd)