Pemusnahan ganja oleh jajaran Ditresnarkoba Polda Kepri di Pendopo Polda Kepri, Selasa (1/3/22). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Sebanyak 156,85 gram ganja yang diamankan pada Februari 2022, dimusnahkan jajaran Ditresnarkoba Polda Kepri di Pendopo Polda Kepri, Selasa (1/3/22).

Kegiatan pemusnahan dipimpin oleh P.S Kanit I Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri AKP Hippal Tua Sirait, S.H., didampingi P.S. Paur I Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Zia Ul Hak, SH., Perwakilan BNNP Kepri, dan dihadiri oleh Kejaksaan, BPOM, Advokat dan LSM Granat.

Hippal Tua Sirait menggatakan, berdasarkan dari Laporan Polisi LP-A/27/II/2022/SPKT-KEPRI Tanggal 3 Februari 2022 dengan tersangka berinisial MM Alias A, serta berdasarkan Surat hasil pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik, surat dari Kejaksaan Negeri Batam tentang Ketetapan status barang sitaan Narkotika maka pada hari ini pihaknya laksanakan pemusnahan barang bukti Narkotika jenis ganja.

Hippal Tua Sirait menjelaskan, kronologis singkat dari Laporan Polisi LP-A/27/II/2022/SPKT-KEPRI Tanggal 3 Februari 2022 yang mana pada Kamis tanggal 3 Februari 2022 sekira pukul 22.00 WIB, Tim Opsnal Subdit 2 Polda Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada yang menjual narkotika jenis ganja di seputaran Villa Mas.

“Selanjutnya tim melakukan observasi, survalance dan undercoverbuy di seputaran Villa Mas,” ujarnya.

Kemudian pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 pria beserta barang bukti berinisial MM alias A di depan gerbang Komplek Perumahan Villa Mas, Kelurahan Sei Panas Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Barang bukti yang berhasil disita sebanyak 225,59 gram ganja, yang akan dilakukan pemusnahan adalah sebanyak 156,85 gram.

“Sedangkan sisanya seberat 63,74 gram untuk dikirim ke Laboratorium Balai Pom Kepri kemudian 68,74 gram untuk pembuktian di persidangan, paparnya.

PS. Paur I Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Zia UL Hak mengatakan, barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar yang disaksikan langsung oleh tersangka dan tamu undangan dari Kejaksaan, BNNP Kepri, BPOM, Advokat dan LSM Granat.

Untuk tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman mati atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun,” tutupnya.(*/srd)