S (48), tersangka kasus pengiriman TKI ilegal kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Satu pelaku kasus penempatan imigran ilegal dibekuk jajaran Polsek Nongsa. Pelaku berinisial S (48) yang ditangkap di Kampung Lembang Jaya, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Nongsa Kompol Yudi Arvian mengatakan, penangkapan itu berawal pada Sabtu (26/2/2022) sekira pukul 17.00 WIB. Pihaknya mendapatkan informasi dari sumber terpercaya bahwa adanya rumah yang menampung calon PMI di Kampung Lembang Jaya.

“Kemudian unit opsnal Reskrim Polsek Nongsa melakukan penyelidikan dan benar ditemukan adanya 4 orang calon PMI bersama pelaku S,” ujar Yudi Arvian saat ekspos kasus tersebut bersama Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Sofiyan Rida di Mapolsek Nongsa, Rabu (2/3/2022).

Kemudian tim opsnal yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Syofian Rida mengamankan pelaku dan dan barang bukti dibawa ke Polsek Nongsa guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang Bukti yang diamankan 2 handpone milik pelaku, 1 ransel warna hitam milik pelaku, 1 kartu ATM Bank BRI milik pelaku, 1 kartu nama perusahaan PT Ficotama Bina Trampil, 1 tas selempang warna coklat milik pelaku, 5 tiket pesawat dari Lombok menuju ke Batam, uang yang disita dari pelaku sebesar Rp 20 juta, sisa uang ongkos yang diminta dari para korban.

Yudi Arvian mengatakan, pelaku menawarkan jasa keberangkatan ke Malaysia kepada kepada 4 orang calon PMI melalui jalur ilegal dengan meminta uang atau ongkos keberangkatan dari Lombok sampai dengan Malaysia sebesar Rp 10 juta per orang, sehingga pelaku menerima uang sebanyak Rp 40 juta.

Kemudian pelaku menggunakan uang tersebut untuk biaya transportasi dan akomodasi sebesar RP 5 juta. Dan biaya keberangkatan dari Lombok menuju ke Jakarta dilanjutkan ke Batam dengan pesawat terbang untuk lima orang termasuk pelaku sebesar RP 15 juta.

“Sehingga sisa uang yang dipegang pelaku sebanyak Rp 20 juta, yang rencana akan digunakan untuk keberangkatan dari Batam menuju ke Malaysia menggunakan kapal pancung,” ucapnya.

Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan oleh unit Reskrim Polsek Nongsa.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Jo Pasal 83 UU RI Nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran indonesia.

“Ancaman pidananya penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 15 miliar rupiah,” ungkap Yudi.(*/srd)