M (24) dan B (18), pelaku kasus persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak bawah umur di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua pria berinisial M (24) dan B (18), pelaku kasus persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak bawah umur dibekuk jajaran Polsek Nongsa.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Nongsa Kompol Yudi Arvian mengatakan, 2 pelaku yang diamankan pihaknya merupakan abang dan adik yang dan merupakan ipar dari korban.

“Keduanya sudah melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap korban yang berusia 13 tahun sejak Mei 2021,” ujar Kapolsek saat Press Release didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, dan Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Sofiyan Rida di Mapolsek Nongsa, Kamis (24/2).

Dikatakan Yudi Arvian, kejadian berawal pada Minggu (13/2) sekira pukul 15.00 WIB, saat ibu Korban sedang memarahi korban. Ketika dimarahi oleh ibunya, korban memanggil tantenya untuk meminta pembelaan.

Kemudian tante korban datang ke rumah untuk meredakan kemarahan ibu korban. Lalu korban dibawa ke kamar untuk dinasehati oleh tantenya. Pada saat itu juga korban langsung memeluk tantenya dengan mengatakan, “Tante aku udah diperkosa sama pelaku M dan pelaku B. Sekarang aku sudah tidak tahan lagi tante”.

Ketika itu tante korban langsung memberitahukan kepada ibu korban atas kejadian yang dialami korban.

Kemudian pada Minggu (13/2) sekira pukul 21.00 WIB, ibu korban datang bersama korban dan pelaku M ke Polsek Nongsa. Dan saat itu ibu korban mengatakan bahwa pelaku M telah melakukan persetubuhan kepada korban.

Lalu korban mengatakan bahwa pelaku B juga telah melakukan persetubuhan kepadanya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Opsnal Polsek Nongsa mencari B. Setelah mendapatkan informasi bahwa B berada di rumahnya di Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Kanit Reskrim Polsek Nongsa beserta anggota Opsnal Polsek pergi ke perumahan tersebut, dan mendapati pelaku B ada di rumahnya. Kemudian Pelaku B dibawa ke Polsek Nongsa.

Saat sampai di Polsek Nongsa pelaku M dan pelaku B mengakui melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul kepada korban. Selanjutnya pelaku dilakukan pemeriksaan guna penyidikan lebih lanjut serta dilakukan penahanan.

Yudi Arvian mengatakan, pelaku merupakan kakak beradik dan korban tinggal di wilayah kos-kosan yang sama, hanya beda kamar.

Pelaku M juga diberikan kepercayaan oleh ibu korban untuk mengawasi korban selama ibu korban bekerja. Sementara pelaku B merupakan adik dari pelaku M.

Pelaku B sudah menyetubuhi korban sejak Mei 2021, yaitu pada saat korban dibawa oleh kakak dan pelaku M ke rumahnya untuk menginap.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp5 miliar,” ujar Yudi Arvian.(*/srd)