HS, tersangka kasus pengeroyokan di Newton. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pelaku pengeroyokan di depan Salon Nagoya Newton Blok G Nomor 10 Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam berhasil dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Senin (21/2). Pelaku berinisial HS.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Lubuk baja Kompol Budi Hartono mengatakan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (5/2) sekira pukul 02.00 WIB.

“Saat itu pelapor sedang beristirahat di lantai 2, tempat pelapor tinggal. Lalu pelapor dikejutkan karena mendengar ada suara keributan di lantai bawah. Mendengar hal tersebut, pelapor pun penasaran dan langsung melihat dari jendela lantai 2,” ujar Budi Hartono.

Selanjutnya pada saat pelapor melihat dari jendela lantai 2, dilihatnya, korban SA yang merupakan suami pelapor dengan posisi terbaring sedang dikeroyok oleh 6 orang laki-laki tidak dikenal.

Pada saat itu, salah satu pelaku yaitu pelaku HS sedang memegang balok kayu dan melakukan pemukulan pada bagian punggung belakang sebelah kanan korban sebanyak 1 kali.

“Di saat itu juga, pelaku lainnya bersama-sama melakukan pemukulan dan menendang korban,” paparnya.

Setelah itu, warga di sekitar langsung datang dan melerai. Sehingga dengan adanya kesempatan korban langsung menyelamatkan diri dan para pelaku melarikan diri.

Sedangkan pelapor mengalami luka memar dan bengkak di bagian kepala dan punggung belakang.

Setelah mendapat laporan tersebut, selanjutnya Tim Opsnal Reskrim Polsek Lubuk Baja yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja melakukan serangkaian tindakan penyelidikan guna mendapatkan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penangkapan terhadap masing-masing tersangka.

Selanjutnya pada Senin (21/2) sekira pukul 20.00 WIB, berdasarkan informasi yang didapatkan dari sumber yang akurat, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja berhasil mengamankan 1 orang pelaku HS.

Adapun motif tersangka HS melakukan pengeroyokan kepada korban dikarenakan tersangka tak terima diusir oleh korban yang pada saat itu meminta uang, setelah ngamen di depan ruko korban. Diketahui pada saat itu tersangka HS dalam pengaruh minuman alkohol dan komik (ngelem).

“Atas Perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun Penjara,” tegas Budi Hartono.(*/srd)