FA (18), tersangka kasus pencabulan di Polsek Sekupang. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pelaku kasus pencabulan berinisial FA (18) ditangkap jajaran Polsek Sekupang di salah satu hotel di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam pada Selasa (15/2).

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N melalui Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Surya Wardhana, SIP mengatakan, kasus tersebut bermula pada Selasa (4/1) sekitar pukul 07.00 WIB, orang tua korban sedang berada di rumah.

“Kemudian korban yang sedang berada di kamar memanggil dan memberitahukan kepada orangtuanya, bahwa perutnya mengalami nyeri-nyeri seperti sedang haid,” ujar Yudha yang didampingi oleh Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, SH saat ekspos kasus Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak bawah Umur itu di Mapolsek Sekupang, Sabtu (19/2).

Lanjut, Yudha, setelah dicek, orangtua korban melihat di kasur korban basah yang diduga air ketuban yang pecah.

“Karena khawatir dengan kondisi korban yang terus merasa kesakitan, orangtua korban pergi untuk menjemput bidan ke rumah, namun setibanya di rumah sudah melihat seorang bayi yang dilahirkan oleh anaknya,” paparnya.

Pada Senin (17/1) setelah menerima limpahan Laporan Polisi (LP) dari Polsek Sagulung, Tim Opsnal Polsek Sekupang melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan guna mencari petunjuk atas kejadian tersebut.

“Setelah mendapat petunjuk Tim Opsnal Polsek Sekupang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sekupang AKP Buhedi Sinaga, SH melakukan penangkapan terhadap tersangka FA,” tandasnya.

Yudha juga mengatakan orang tua korban mengetahui bahwa anaknya telah dicabuli oleh pelaku FA pada saat korban sudah hamil dengan usia kandungan 7 bulan.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 Ayat 2 Jo Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang Jo Pasal 64 KUHP.

“Dengan ancaman hukuman paling singkat lima Tahun, dan paling lama 15 tahun penjara,” tutupnya.(*/srd)