Ekspos kasus pembunuhan di Polsek Batuampar. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dua dari tiga pelaku pembunuhan dibekuk jajaran Polsek Batuampar, yakni; berinisial IS (30), SP (26). Satu pelaku berinisial JN masuk daftar pencarian orang (DPO). Peristiwa maut itu terjadi di Belakang Masjid Nurul Ikhsan, Ruli Seraya Bawah RT 005 RW 001 Kelurahan Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, pada Kamis (10/2) sekira pukul 19.18 WIB.

Pembunuhan itu berawal saat korban ditemukan sudah terkapar di belakang masjid tempat kajadian perkara. Kasus tersebut dilaporkan ke polisi.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut korban mendatangi tempat kejadian dan mendapati bahwa korban inisial MS sudah terbaring tidak sadarkan diri di lokasi kejadian dengan kepala mengeluarkan darah,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Batu Ampar, Kompol Salahuddin, SIK saat Konferensi Pers didampingi oleh Kasi Humas AKP Tigor Sidabariba, SH, dan Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar Iptu Prawiro Hadi Wijaya, STK, SIK di Mapolsek Batu Ampar, Rabu (16/2).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Reskrim Polresta Barelang dan unit Reskrim Polsek Batu Ampar melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Kemudian tim mendapat informasi dan menangkap IS yang sedang berada di seputaran Ruli Seraya Bawah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Dari hasil introgasi, IS mengaku melakukan pengeroyokan bersama 2 rekan lainnya berinisial SP dan JN. Dari informasi yang didapat dari SP sedang berada di seputaran Seraya. Lalu SP berhasil diamankan.

Akibat pengeroyokan itu mengakibatkan MS meninggal dunia. Dan satu pelaku inisial JN sudah ditetapkan sebagai tersangka dan masuk DPO.

Menurut keterangan pelaku SP kepada polisi, pada Kamis (10/2) sekira pukul 18.15 WIB, ia menemui tersangka IS dan JN yang sedang minum-minum tuak di warung kopi di Ruli Seraya Bawah.

Lalu SP bercerita jika keponakannya baru saja ditarik bajunya lalu diangkat tubuhnya oleh korban MS.

Tidak terima keponakannya diganggu korban, pelaku IS, SP dan JN mencari keberadaan MS. Sekitar 15 menit mencari, ketiga pelaku tidak menemukan keberadaan korban. Lalu ketiganya berkumpul duduk di kios milik saksi DD yang merupakan abang kandung SP, tidak jauh dari lokasi kejadian. Setengah jam kemudian, MS terlihat berjalan tidak jauh dari kios tersebut.

Selanjutnya, pelaku JN cepat mengdatangi, dan langsung mencekik leher korban MS dan memukul kepala korban berulang kali. Kemudian mendorong kepala ke bawah hingga tubuh korban dalam posisi jongkok.

Pada saat JN masih mencekik leher korban, SP memukul kepala menggunakan kakinya menendang kepala dan pinggang korban. IS juga memukul tangan yang sedang menutupi wajahnya, lalu memukul punggung korban.

Setelah pelaku IS, SP, dan JN mengeroyok korban, saksi DD mencoba melerai dan bersama saksi JK memanggil ketua RT. Lalu JN melepaskan cekikannya dari leher korban.

Tidak lama kemudian terlihat darah mengalir dari dahi korban, dan perlahan korban tergeletak dengan sendirinya ke tanah dengan posisi terlentang dan tidak sadarkan diri, dan meninggal di tempat.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya dua belas tahun,” tegas Salahuddin.(*/srd)