Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH bersama unsur Forkopimda Kota Batam. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pemerintah tetap serius mempersiapkan pemberlakuan Travel Bubble. Untuk persiapan tersebut dilakukan zoom meeting dengan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si di Dermaga Pelabuhan Ferry internasional Nongsapura, Kota Batam, Rabu (9/2) sekira pukul 10.00 WIB.

Hadir dalam acara tersebut, Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, SH, SIK, MH bersama unsur Forkopimda Kota Batam.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri N, mengatakan, pemerintah mulai memberlakukan Travel Bubble di Kawasan Batam, Bintan dengan Singapura pada masa pandemi Covid-19, sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional, serta pembukaan kembali sektor pariwisata yang aman serta produktif.

“Pemberlakuan Travel Bubble tersebut tertuang pada Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan (Prokes) Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Mekanisme Travel Bubble di Kawasan Batam, Bintan, dengan Singapura Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditetapkan pada tanggal 24 Januari 2022,” ujar Nugroho.

Dikatakannya, dalam Surat Edaran (SE) Prokes PPLN yang menggunakan mekanisme travel bubble, melalui pintu masuk Terminal Ferry lnternasional Nongsapura Nongsa Sensation, Batam; dan Terminal Ferry Bandar Bintan Telani untuk memasuki kawasan travel bubble Lagoi Bintan Resort, Bintan.

Lalu, tambahnya, Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan Travel Bubble di Kota Batam, yakni, apabila telah sampai kapal tersebut ke Kota Batam, dan seandainya jika ada salah satu penumpang yang terkonfirmasi reaktif ataupun positif Covid-19, maka seluruh penumpang akan dikembalikan ke negara asal.

“Jika semua penumpang Non Reaktif ataupun Negatif Covid-19 semua, selanjutnya akan dicek seluruhnya untuk kelengkapan administrasinya,” ujar Nugroho.

Dan untuk pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif tanpa gejala atau mengalami gejala ringan, dilakukan isolasi atau perawatan di tempat akomodasi isolasi yang terpisah dari kawasan travel bubble.

“Bagi pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif dengan gejala sedang atau gejala berat, dilakukan isolasi atau perawatan di rumah sakit RSKI galang,” ucapnya.

Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, juga menekankan agar mengintegrasikan penggunakan aplikasi yang sudah ada dengan aplikasi lainnya seperti karantina Presisi, find people, dan lainnya.

“Sehingga dalam pelaksanaan travel bubble dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.(*/srd)