Tampak tambalan aspal di jalan baru depan Southlink, Tiban. Foto: BatamLagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dibangunnya jalan baru membuat warga senang. Tentunya ingin segera melewati jalan itu. Seperti jalan baru dibangun di depan Southlink, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, yang menjadi solusi kemacetan. Awalnya terbayang “mulusnya” saat melintasi jalan baru itu.

Namun, harapan pengendara buyar. Saat melewati jalan baru itu, tidak ada bedanya dengan jalan lama yang parah, sudah berkali-kali mengalami tambal sulam.

Irwan, salah seorang pengendara yang melintasi jalan tersebut, mengaku, keinginannya akan melintasi jalan beraspal yang “mulus” ternyata mengecewakan. Pasalnya, jalan sepanjang sekitar 2 kilometer itu, tak ubahnya jalan “kampung”.

“Saat melewati jalan baru itu seperti lewat di atas krikil. Terasanya saat naik motor ya, jalannya tidak bagus. Kalah dengan jalan perumahan,” ucapnya, Senin (24/1).

Pria warga Sekupang ini juga menyebutkan, jalan baru itu terlihat sudah ada tambalannya, seperti jalan lama.

“Sudah ada tambalannya pula jalan itu. Pokoknya tak seperti jalan baru lah,” katanya.

Pantauan wartawan ini, proyek jalan BP Batam tersebut dibangun mulai dari depan pura hingga ke Tiban Lama, hanya sekitar 2 kilometer.

Kontraktor proyek tersebut adalah PT Bina Riau Sejahtera, Konsultan Pengawas CV Vitech Pratama Consultant. Nilai kontrak proyek tahap I ini sebesar Rp 29.197.757.000 dan pengerjaannya selesai sekitar Desember 2021.

Untuk pengendara dari arah Nagoya yang mau ke arah Sekupang bisa melewati jalan baru yang sudah dibatasi median jalan. Pengendara dari arah ini hanya bisa melewati jalan lama (lajur kanan).

Sedangkan pengendara dari arah Hotel Vista ke Sekupang hanya bisa melewati lajur jalan baru di pinggir bukit (lajur kiri).

Saat wartawan ini melewati jalan dari pura (lajur kanan) menggunakan motor, terasa beda. Jalannya seperti bergerigi. Beda dengan jalan yang “mulus”, semisal di depan Edukits, Batamcentre.

Hal yang sama dirasakan saat melintasi jalan baru di lajur kiri. Motor seperti melewati jalan bebatuan. Sedangkan, drainase di pinggir bukit hanya berupa galian tanah, tidak disemen. Dan sebagian drainase yang disemen rusak.

Sementara itu, Sudiman, Pelaksana Lapangan PT Bina Riau Sejahtera, beberapa waktu lalu kepada wartawan ini mengatakan, proyek jalan tersebut dilaksanakan untuk mengatasi kemacetan. Nantinya, kendaraan alat berat akan melewati jalan baru tersebut.

“Nantinya kendaraan alat berat melewati jalan ini (lajur kiri),” ucapnya sembari mengatakan, jika pihaknya merupakan kontraktor dari Batam.

Katanya juga, jalan tersebut usai dicor semen akan diaspal dan dibuatkan drainase sesuai dengan perencanaan. “Drainase juga dibangun,” ujarnya saat itu.(*/srd)