Ilustrasi sabu-sabu.

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang menangkap tiga pria atas kepemilikan sabu-sabu. Diduga salah satu pelaku sebagai pengawal pribadi (Walpri) Gubernur Kepri.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kepulauan Riau, Hasan, menanggapi informasi yang beredar, pihaknya membantah, dan hal tersebut tidak benar. Katanya, ia baru saja mengetahui adanya berita penangkapan tersebut, dan ada oknum pengawal Gubernur Kepri yang diamankan terkait kepemilikan sabu.

“Sudah saya cek. Berita tiga orang yang diamankan polisi terkait narkoba tersebut tidak semuanya pengawal pribadi gubernur.  Salah satunya diduga pengawal pribadi gubernur,” kata Hasan, Senin (31/1) malam.

Jika berita tersebut benar, ditegaskan Hasan, jelas ditangkapnya oknum pengawal pribadi gubernur ini tidak ada hubungannya dengan Gubernur Kepri. Hal tersebut juga di luar aktifitas kedinasan.

“Itu oknum dan tidak ada hubungannya dengan Gubernur Kepri, dan di luar kedinasan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, Gubernur Kepri juga sangat mendukung tindakan polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Dan Gubernur, lanjut Hasan lagi, sangat mengapresiasi pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus ini. Gubernur Kepri juga berharap polisi mengusut kasus ini hingga tuntas.

“Menanggapi informasi ini, Gubernur justru beterimakasih kepada kepolisian yang telah bertindak sigap, cepat dan tepat menindak siapapun yang terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di Kepri,” ujarnya.

Pihaknya sejak awal sudah berkomitmen untuk memerangi peredaran narkotika.

“Sejak awal kita semua sudah berkomitmen, babwa narkoba adalah musuh kita bersama. Maka kita harus mencegah peredarannya. Tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat harus ditindak. Dan pihak polisi telah melakukan hal itu,” tegasnya.

Sementara itu, dari informasi yang diterima, penangkapan tersebut terjadi pada pekan lalu. Terhadap jaringan narkotika itu, polisi mengamankan sekitar 10 kilogram sabu-sabu. Kasus ini kini ditangani penyidik Polda Kepri.(*/red)